Kairo (Afwaja) – Afwaja Center Mesir menggelar Pemilihan Umum Organisasi Santri Afwaja (OSAMA) pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Afwaja Center Mesir tersebut menjadi momentum bagi para santri Ma’had Afwaja untuk menentukan kepengurusan organisasi sekaligus belajar menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dan organisasi.
Dalam pemilihan tersebut, terdapat beberapa kandidat yang mencalonkan diri sebagai pengurus OSAMA. Untuk kandidat putra, terdapat M. Faiq Yusuf Rasyadi, Isykal Masyayikh, dan Fidel Ezra. Sementara dari kandidat putri, terdapat Rasyidah Azzahra, Khansa Dzakyah, dan Aika Aqilla.
Hasil pemilihan menetapkan Isykal Masyayikh sebagai Ketua OSAMA putra dengan Fidel Ezra sebagai wakil. Sementara itu, Khansa Dzakyah terpilih sebagai Ketua OSAMA putri dan Aika Aqilla sebagai wakil.
OSAMA sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bawah naungan Pengasuhan Santri Afwaja Center Mesir. Kepengurusan OSAMA terdiri atas beberapa bagian, di antaranya ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara, pengajaran, tahfiz, bahasa, serta media.
Keberadaan OSAMA diharapkan menjadi wadah bagi para santri Ma’had Afwaja untuk belajar berorganisasi sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan. Melalui organisasi tersebut, para santri tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam menjalankan program, tetapi juga belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan pengelolaan organisasi.
Setelah melalui proses pemilihan, pengurus OSAMA kemudian dilantik pada Sabtu, 5 September 2026. Acara pelantikan dilaksanakan di Sekretariat Afwaja Center Mesir sekitar pukul 14.00 waktu setempat dan dihadiri oleh para asatidz serta santri Afwaja Center.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuhan Afwaja Center Mesir, Ustadz Rizky Ramadan, menyampaikan bahwa kehadiran OSAMA memberikan dampak positif bagi para santri maupun pengasuh. Menurutnya, organisasi menjadi salah satu sarana bagi para santri untuk belajar mengenai kepemimpinan dan cara mengelola sebuah organisasi.
“OSAMA memberikan dampak baik buat kami dan anak-anak. Di sini kami belajar yang namanya leadership, cara memimpin, dan berorganisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan memimpin orang lain harus diawali dengan kemampuan mengatur diri sendiri. Menurutnya, seorang pemimpin perlu memiliki kedisiplinan dan kemampuan mengontrol diri sebelum diberikan tanggung jawab untuk mengatur orang lain.
“Di sini juga kami belajar, sebelum bisa mengurus orang lain, harus bisa mengatur diri sendiri dahulu. Karena bagaimana bisa mengontrol orang lain, sedangkan diri sendiri belum bisa untuk diatur,” lanjutnya.
Ustadz Rizky berharap OSAMA dapat terus berkembang dan menjadi organisasi yang semakin baik di masa mendatang. Ia juga berharap setiap proses yang dijalankan oleh para pengurus dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para santri dan generasi berikutnya.
“Semoga OSAMA ke depannya bisa berkembang dan lebih baik, sehingga menjadi amal jariyyah buat kita dan kebaikan buat generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, OSAMA diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran bagi para santri Ma’had Afwaja dalam mengembangkan potensi, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi keberlangsungan kegiatan santri Afwaja Center Mesir.


