Menjelang Ujian, Rumah Mahasiswa Afwaja (RMA) Ziarah ke Para Ahlul Bait

Tradisi Ziarah dan Perjalanan Spiritual

Kairo (Afwaja) Jumat, 25 April 2026, Rumah Mahasiswa Afwaja (RMA) mengadakan kegiatan ziarah ke makam para Ahlul Bait, keturunan Rasulullah SAW, sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menjelang masa ujian. Tradisi ziarah kubur ke makam para Ahlul Bait dan masyayikh telah lama menjadi kebiasaan mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), khususnya sebagai bentuk tawassul dan harapan memperoleh ridha Allah serta futuh ilmu dalam menghadapi ujian.

Kegiatan ini sejatinya dijadwalkan pada Jumat sebelumnya, namun harus ditunda akibat badai pasir yang melanda Kairo dan dinilai dapat berdampak pada kesehatan para peserta. Setelah kondisi membaik, ziarah akhirnya dapat dilaksanakan dengan lancar.

Perjalanan dimulai usai salat Jumat di Masjid Al-Azhar dan dipimpin oleh Musyrif RMA, Ustadz Taufiq Rahman dan Ustadz Muhammad Fachry. Meski cuaca musim panas cukup terik, semangat para peserta tetap tinggi mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Ziarah ke Makam Ahlul Bait

Adapun makam yang diziarahi berada di kawasan Jalan Al-Asyraf, Kairo, yang dikenal sebagai salah satu pusat makam para keturunan Nabi dan ulama besar.

Makam pertama yang dikunjungi adalah Sayyidah Nafisah binti Hasan Al-Anwar, cicit Rasulullah SAW dari jalur Sayyidina Hasan. Beliau dikenal sebagai sosok perempuan alim, cerdas, dan menjadi ulama terkemuka dalam bidang hadis, serta guru dari Imam Syafi’i.

Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam Sayyidah Ruqayyah, putri dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Setelah peristiwa Karbala, beliau bersama sejumlah Ahlul Bait bermigrasi ke Mesir dan dikenal sebagai sosok yang mengajarkan kecintaan kepada Ahlul Bait.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi makam Sayyidah Sukainah, putri Sayyidina Husain yang dikenal dengan ketenangan dan kesabarannya saat menghadapi tragedi Karbala. Selain itu, beliau juga masyhur dengan syair-syair indahnya dan kontribusinya dalam dunia sastra.

Do’a dan Harapan

Salah satu pembimbing kegiatan, Ustadzah Geisla, menegaskan pentingnya dimensi spiritual dalam menuntut ilmu, terutama menjelang ujian.

“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita bahwa ilmu tidak hanya dicapai dengan belajar secara akademik, tetapi juga dengan adab, doa, dan keberkahan dari orang-orang saleh. Semoga dengan ziarah ini, Allah memberikan kemudahan, ketenangan hati, dan futuh ilmu bagi seluruh mahasiswa yang akan menghadapi ujian,” ujar Ustadzah Geisla.

Kegiatan ziarah berakhir menjelang azan Asar dan ditutup dengan salat Asar berjamaah di Masjid Sayyidah Ruqayyah. Para peserta berharap kegiatan ini menjadi wasilah keberkahan serta menambah semangat dalam menghadapi rangkaian ujian akademik yang akan datang.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *