Kairo – Malam-malam di bulan Ramadan terasa lebih hidup bagi para santri Afwaja Center Boarding Mesir. Mereka mengisi waktu dengan kegiatan tarawih keliling, berpindah dari satu masjid ke masjid lain untuk merasakan suasana ibadah yang berbeda sekaligus memperkuat kebersamaan.
Meski hanya mengunjungi beberapa masjid, langkah kaki para santri ini menjadi bagian dari perjalanan ibadah yang penuh makna di tanah para ulama. Selain menambah semangat beribadah, kegiatan tersebut juga mempererat ukhuwah antarsantri serta memberikan pengalaman spiritual yang berbeda saat menjalani Ramadan di Kairo.
Tarawih Keliling untuk Menambah Semangat Ibadah
Santri Afwaja Center Boarding Mesir menggelar tarawih keliling di beberapa masjid di sekitar Kairo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memeriahkan Ramadan sekaligus meraih pahala dengan memperbanyak ibadah di tempat-tempat bersejarah.
Dalam kegiatan tersebut, para santri mengunjungi dua masjid yang memiliki nilai historis kuat di Mesir, yakni Masjid Amr bin Ash dan Masjid Al-Zahir Baybars. Kedua masjid tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi ibadah dan wisata religi yang banyak dikunjungi jamaah, baik dari Mesir maupun dari berbagai negara.
Edukasi Sejarah bagi Para Santri
Kepala Afwaja Center Boarding Mesir, Ustadz Kamil, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ibadah, tetapi juga memberikan pembelajaran sejarah Islam kepada para santri.
“Kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada para santri agar mereka bisa merasakan suasana berbeda dengan melaksanakan shalat tarawih di masjid lain. Selain itu juga mengenalkan sejarah, karena dua masjid yang dikunjungi merupakan masjid yang sangat terkenal di Mesir dan memiliki nilai sejarah yang luar biasa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat memahami bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah peradaban Islam.
Pengalaman Berkesan bagi Para Santri
Kegiatan tarawih keliling ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satu santri Afwaja Boarding, Alexandra, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa mengikuti tarawih keliling di dua masjid bersejarah ini. Selain seperti rihlah, saya juga bisa merasakan suasana baru dan berbaur dengan jamaah lainnya,” ujarnya.
Bagi para santri, kegiatan ini menjadi perpaduan antara ibadah, perjalanan spiritual, dan pengalaman budaya selama tinggal di Mesir.
Masjid Amr bin Ash, Masjid Pertama di Afrika dan Masjid Al-Zahir Baybars Jejak Kejayaan Mamluk
Salah satu masjid yang dikunjungi adalah Masjid Amr bin Ash. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Afrika, didirikan pada tahun 641 M oleh sahabat Nabi, Amr bin al-As, setelah penaklukan Mesir.
Masjid yang terletak di kawasan Fustat, Kairo Lama, ini menjadi pusat penyebaran Islam pada masa awal di Mesir. Sepanjang sejarahnya, masjid ini telah beberapa kali direnovasi dan diperluas, namun tetap mempertahankan nilai historisnya sebagai salah satu simbol awal peradaban Islam di Afrika.
Masjid kedua yang dikunjungi para santri adalah Masjid Al-Zahir Baybars. Masjid ini dibangun pada abad ke-13 oleh Sultan Mamluk terkenal, Al-Zahir Baybars.
Masjid tersebut menjadi salah satu peninggalan penting dari era Kesultanan Mamluk di Mesir. Arsitekturnya mencerminkan gaya monumental khas periode tersebut, dengan halaman luas dan struktur megah yang menunjukkan kejayaan Islam pada masa itu.
Bagi para santri Afwaja Center Boarding Mesir, tarawih keliling bukan sekadar berpindah tempat untuk shalat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperdalam makna Ramadan, mempererat persaudaraan, serta mengenal lebih dekat sejarah Islam yang hidup di berbagai sudut kota Kairo.
Langkah-langkah sederhana menuju masjid-masjid bersejarah itu pun menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang akan selalu dikenang selama menjalani studi di Mesir.


