Viral! Grand Syekh Telepon Para Peraih Nilai Tertinggi Ujian Al-Azhar

Grang Syekh Al-Azhar sedang menelpon para peraih nilai tertinggi ujian Azhar, Foto: Al-azhar university
Grang Syekh Al-Azhar sedang menelpon para peraih nilai tertinggi ujian Azhar, Foto: Al-azhar university

Kairo (Afwaja) – Sebuah momen penuh haru sekaligus inspiratif menjadi perbincangan hangat di Mesir dan berbagai negara. Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed El-Tayeb, secara langsung menghubungi melalui sambungan telepon para siswa yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam ujian akhir Al-Azhar 2026.

Video percakapan tersebut viral di media sosial dan menuai banyak pujian. Warganet menilai sikap Grand Syekh Al-Azhar mencerminkan kepemimpinan yang penuh perhatian, rendah hati, dan dekat dengan para pelajar. Bagi Al-Azhar, prestasi akademik bukan hanya layak diumumkan, tetapi juga dihargai secara langsung oleh pimpinan tertinggi lembaga.

Salah satu penerima telepon adalah Sama Hani Al-Mesalmani, siswi yang berhasil meraih peringkat pertama tingkat nasional untuk Al-Qism Al-Adabi (Jurusan Sastra) dengan nilai 99,15 persen. Dalam percakapan tersebut, Grand Syekh Ahmed El-Tayeb terlebih dahulu menanyakan kabar saudara kembar Sama, Salma, sebelum menyampaikan ucapan selamat. Perhatian beliau terhadap keluarga siswi tersebut membuat banyak orang tersentuh dan menunjukkan bahwa penghargaan Al-Azhar tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada hubungan kemanusiaan.

Momen paling mengharukan terjadi ketika Grand Syekh menghubungi Marwa Mahmoud, peraih peringkat pertama nasional kategori Damj (Inklusi/Disabilitas). Marwa diketahui memiliki riwayat menjalani tiga kali operasi jantung selama masa hidupnya.

Saat panggilan telepon tersambung, sang ibu sempat bertanya dengan polos, “Siapa ini?” Mendengar pertanyaan tersebut, Grand Syekh menjawab dengan penuh kerendahan hati,

“Nama saya Ahmed El-Tayeb, dan pekerjaan saya adalah Syekh Al-Azhar.”

Jawaban sederhana itu mengundang rasa haru jutaan penonton. Dalam percakapan yang sama, beliau juga menawarkan bantuan medis secara langsung apabila Marwa masih memerlukan penanganan kesehatan. Sikap tersebut dipandang sebagai wujud nyata kepedulian seorang ulama terhadap umat, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga kemanusiaan.

Sementara itu, Grand Syekh juga menghubungi Habeeba Reda Jabboubah, siswi yang berhasil meraih peringkat pertama nasional untuk Al-Qism Al-‘Ilmi (Jurusan Sains) dengan nilai 99,38 persen. Beliau menyampaikan doa dan harapan agar prestasi tersebut menjadi awal perjalanan panjang dalam menuntut ilmu serta mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Tradisi memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para siswa berprestasi telah menjadi salah satu bentuk perhatian Al-Azhar terhadap generasi muda. Melalui tindakan sederhana namun bermakna ini, Grand Syekh ingin menanamkan bahwa keberhasilan seorang pelajar merupakan hasil dari kerja keras, doa orang tua, ketekunan belajar, serta pertolongan Allah SWT.

Di balik ribuan peserta ujian setiap tahunnya, Al-Azhar tidak hanya mencari siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membina karakter, akhlak, dan semangat pengabdian. Karena itulah, penghargaan terhadap para peraih prestasi menjadi bagian dari tradisi panjang lembaga pendidikan Islam tertua di dunia tersebut.

Respons masyarakat terhadap video-video panggilan telepon ini pun sangat positif. Banyak yang mengaku terharu melihat seorang ulama besar dunia menyapa para siswa dengan penuh kelembutan, mendoakan mereka, bahkan menawarkan bantuan bagi yang membutuhkan. Momen tersebut dinilai menjadi teladan tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya hadir di tengah masyarakat: rendah hati, peduli, dan memberikan motivasi kepada generasi penerus.

Peristiwa ini sekali lagi menegaskan bahwa Al-Azhar bukan hanya institusi pendidikan yang melahirkan ulama dan cendekiawan, tetapi juga lembaga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang, penghargaan terhadap ilmu, dan perhatian kepada setiap anak didiknya. Sosok Grand Syekh Ahmed El-Tayeb pun kembali menunjukkan bahwa kepemimpinan yang menginspirasi lahir dari kedekatan dengan umat serta ketulusan dalam melayani mereka.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *