Ciamis (Afwaja) – Universitas Al-Azhar menjadi salah satu tujuan utama pelajar Indonesia yang ingin mendalami ilmu keislaman, bahasa Arab, maupun studi umum. Setiap tahun, ribuan mahasiswa dari berbagai negara datang ke Mesir melalui jalur mandiri maupun program beasiswa. Beberapa beasiswa yang paling dikenal oleh pelajar Indonesia antara lain Beasiswa Madinatul Bu’uts, Beasiswa Kemenag RI, Bayt Zakah Kuwait, Majlis A‘la Mesir, dan Bayt Zakat Mesir.
Berikut penjelasan lengkap mengenai macam-macam beasiswa tersebut.
- Beasiswa Madinatul Bu’uts
Madinatul Bu’uts Al-Islamiyah adalah kompleks asrama mahasiswa internasional yang berada di bawah naungan Al-Azhar. Banyak mahasiswa asing menyebutnya sebagai “Beasiswa Bu’uts” karena penerimanya memperoleh fasilitas tertentu dari pihak Al-Azhar.
Fasilitas yang biasanya diperoleh meliputi:
• Tempat tinggal/asrama
• Konsumsi atau bantuan makan pada waktu tertentu
• Lingkungan internasionaldemik mahasiswa Al-Azhar
• Akses kegiatan pembinaan dan aka
Namun, tidak semua mahasiswa Al-Azhar otomatis mendapatkan fasilitas ini. Penerima biasanya dipilih berdasarkan kuota negara, rekomendasi, dan seleksi tertentu dari pihak Al-Azhar.
Mahasiswa Indonesia yang tinggal di Bu’uts umumnya berasal dari jalur resmi rekomendasi atau mahasiswa yang memperoleh penempatan dari pihak kampus. - Beasiswa Kementerian Agama Republik Indonesia
Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi jalur resmi bagi pelajar Indonesia untuk masuk ke Universitas Al-Azhar Mesir.
Program ini biasanya dibuka sekitar bulan April–Mei setiap tahun melalui sistem seleksi nasional yang dikelola oleh Kemenag RI bersama Konsorsium Pusat Bahasa PTKI.
Jalur ini penting karena menjadi pintu resmi yang diakui oleh pihak Mesir dan Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin wal-Ajanib sebagai lembaga pengembangan mahasiswa asing di Al-Azhar.
Pada seleksi tahun 2026, jadwal resmi meliputi pendaftaran, CBT, wawancara, hingga pengumuman akhir pada bulan Juni. (Melintas Edukasi)
Informasi resmi seleksi dapat diakses melalui:
Portal Seleksi Mesir KPB PTKI
- Beasiswa Bayt Zakah Kuwait
Bayt Al-Zakah Kuwait merupakan lembaga zakat resmi dari Kuwait yang memiliki berbagai program bantuan pendidikan dan sosial untuk mahasiswa internasional, termasuk mahasiswa di Mesir.
Beasiswa atau bantuannya biasanya berupa:
• Bantuan biaya hidup
• Santunan bulanan
• Bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan
Dalam praktiknya, bantuan ini sering diberikan melalui proses pengajuan dan seleksi administrasi. Faktor ekonomi, prestasi akademik, dan rekomendasi tertentu biasanya menjadi pertimbangan utama.
Program seperti ini cukup dikenal di kalangan mahasiswa internasional di Mesir, terutama mahasiswa Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika. - Beasiswa Majlis A‘la Mesir
Al-Majlis Al-A’la li Asy-Syu’un Al-Islamiyah atau Majlis A‘la Mesir merupakan lembaga di bawah Kementerian Wakaf Mesir yang bergerak dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam.
Beasiswa dari lembaga ini biasanya menggunakan sistem kuota dan rekomendasi dari negara asal atau lembaga mitra.
Walaupun informasinya tidak selalu diumumkan secara luas setiap tahun, program ini cukup dikenal di lingkungan mahasiswa asing Al-Azhar. - Beasiswa Bayt Zakat Mesir
Bayt Az-Zakah wa Ash-Shadaqat Al-Mishri adalah lembaga zakat dan sedekah resmi di bawah pengawasan Al-Azhar Mesir.
Lembaga ini memiliki berbagai program sosial, termasuk:
• Bantuan mahasiswa
• Santunan pendidikan
• Bantuan biaya hidup
• Dukungan sosial bagi pelajar yang membutuhkan
Selain Bayt Zakat Mesir, terdapat pula yayasan-yayasan lokal Mesir yang kadang memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa asing dengan kondisi tertentu.
Mesir, khususnya Universitas Al-Azhar, tetap menjadi salah satu destinasi pendidikan Islam paling diminati oleh pelajar Indonesia. Banyaknya jalur beasiswa menunjukkan besarnya perhatian lembaga-lembaga Islam internasional terhadap pendidikan mahasiswa asing.
Meski setiap program memiliki syarat dan kuota berbeda, peluang untuk memperoleh bantuan pendidikan di Mesir tetap terbuka luas bagi pelajar yang memiliki kesiapan akademik, kemampuan bahasa Arab, serta kesungguhan dalam belajar.


