Ciamis (Afwaja) – Nama Rahmah El Yunusiyah menjadi salah satu simbol kebangkitan perempuan dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada 26 Oktober 1900, ia dikenal sebagai ulama perempuan, reformator pendidikan, sekaligus pejuang kemerdekaan yang memiliki pengaruh hingga tingkat internasional.
Pelopor Pendidikan Perempuan di Indonesia
Di tengah kondisi masyarakat awal abad ke-20 yang masih membatasi akses pendidikan bagi perempuan, Rahmah tampil sebagai sosok visioner. Ia melihat bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, pada tahun 1923 ia mendirikan sekolah khusus perempuan bernama Diniyah Putri di Padang Panjang. Lembaga ini menjadi sekolah Islam pertama di Indonesia yang secara khusus diperuntukkan bagi perempuan dan kemudian berkembang menjadi institusi pendidikan besar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Melalui lembaga ini, Rahmah tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis dan pengetahuan umum, sehingga para perempuan dapat mandiri dan berperan aktif di masyarakat.
Pengakuan Al-Azhar dan Gelar “Syekhah
Kontribusi Rahmah El Yunusiyah tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian dunia Islam. Keberhasilan sistem pendidikan Diniyah Putri bahkan menginspirasi Universitas Al-Azhar untuk membuka fakultas khusus perempuan.
Pada tahun 1957, Rahmah diundang ke Al-Azhar di Kairo. Dalam kunjungan tersebut, ia dianugerahi gelar kehormatan “Syekhah”, sebuah gelar yang belum pernah diberikan kepada perempuan sebelumnya.
Pemberian gelar ini menjadi bukti bahwa kiprah perempuan Indonesia dalam dunia pendidikan Islam mampu diakui hingga tingkat global.
Perjuangan dalam Kemerdekaan Indonesia
Selain dikenal sebagai pendidik, Rahmah juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Ia turut membantu perjuangan melalui dukungan logistik bagi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta menggerakkan para muridnya untuk berkontribusi sesuai kemampuan, seperti menyediakan makanan dan obat-obatan.
Dedikasinya menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui pendidikan dan penguatan masyarakat.
Pahlawan Nasional dan Warisan Inspiratif
Atas jasa besarnya dalam bidang pendidikan dan perjuangan bangsa, Rahmah El Yunusiyah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2025.
Warisan pemikirannya terus hidup melalui sistem pendidikan perempuan yang ia bangun. Ia membuktikan bahwa perempuan muslim dapat menjadi agen perubahan yang berpengaruh, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rahmah El Yunusiyah bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga simbol keberanian dan visi besar dalam memperjuangkan pendidikan perempuan. Gelar “Syekhah” dari Al-Azhar menjadi penegasan bahwa kontribusinya melampaui batas negara, menjadikannya salah satu perempuan Indonesia yang paling berpengaruh dalam dunia Islam modern.


