Ciamis – Hingga pertengahan tahun 2025, Afwaja Center telah beberapa kali sukses menyelenggarakan Ujian Tahdid Mustawa, bekerja sama langsung dengan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ujian ini merupakan tahapan awal penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar.
Tahdid Mustawa berfungsi sebagai penentu level kemampuan bahasa Arab peserta, yang akan menjadi dasar untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Program Ta’hiliyah, hingga ke Ujian Hadatsah Mu’adalah.
Ujian ini telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia seperti Ciamis, Bandung, Garut, Kediri, Banyumas, Depok, Lombok Timur, Lombok Utara, hingga Sulawesi, guna memudahkan akses peserta dari berbagai wilayah. Dengan begitu, peserta dapat memilih lokasi ujian terdekat tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
Kesan dan Pesan Peserta Ujian
Yahya Aqil Darros, seorang penuntut ilmu asal Batam, mengungkapkan kekagumannya terhadap Al-Azhar.
“Al-Azhar bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi merupakan pusat keilmuan Islam dunia yang melahirkan ribuan ulama lintas generasi. Yang paling menarik adalah keilmuan di Al-Azhar memiliki sanad yang tersambung langsung hingga Rasulullah, menjadikannya otentik dan bernilai tinggi.”
Yahya sempat khawatir tidak lulus dalam ujian Tahdid Mustawa. Namun, dengan dukungan para asatidz dan teman-temannya, ia kembali percaya diri. Hasilnya pun menggembirakan:
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian nilai yang baik.”
Dua peserta lainnya, Annisa Sukara Fani dari Garut dan Talita Arum Grahita dari Bandung, juga membagikan pengalamannya usai menjalani ujian tulis dan lisan (syafahi) yang langsung dihadiri penguji dari Mesir.
“InsyaAllah soalnya mudah. Jadi, bagi kalian yang akan mengikuti Ujian Tahdid Mustawa berikutnya, jangan takut. Asalkan belajar sungguh-sungguh, insyaAllah bisa!” ungkap Talita penuh semangat.
Ia juga menambahkan:
“Awalnya saya pikir ujiannya akan sulit, terutama bagian syafahi bersama duktur dari Mesir. Tapi ternyata bisa saya lalui dengan lancar. Alhamdulillah.”
M. Kurniadi Ramadhan, calon mahasiswa baru (camaba) asal Palembang, lebih menekankan pada rasa syukurnya:
“Saya sangat bersyukur kepada Allah atas segala kemudahan dalam proses ujian ini. Pesan saya: teruslah belajar, karena belajar adalah keutamaan bagi umat Muslim.”
Ferdytan Putra Pradana, camaba asal Kediri, juga menyampaikan apresiasinya kepada Afwaja Center:
“Saya sangat berterima kasih kepada Afwaja Center atas dukungan dan bimbingan selama persiapan ujian. Ini sangat membantu saya menjawab soal-soal ujian dengan lebih yakin.”
Hal senada juga diungkapkan oleh Tegar Tahta Aunillah dari Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat:
“Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan Ujian Tahdid Mustawa dengan lancar. Sebelumnya saya mengikuti karantina belajar di Afwaja Center, dan itu sangat membantu dalam memahami materi ujian.”
Terakhir, Zahra Aulia Dewi asal Lampung turut membagikan pengalamannya:
“Hari ini saya mengikuti Ujian Tahdid Mustawa untuk masuk ke Universitas Al-Azhar Kairo. Sebelumnya saya mengikuti program karantina di Pesantren Afwaja Center. Alhamdulillah, berkat bimbingan ustadz dan ustadzah, saya dapat menjawab soal-soal dengan baik.”
Beriku berbagai kesan dan pesan para Peserta Ujian Tahdid Mustawa sepanjang Gelobang 1 dan 2 di Afwaja Center. Kini mereka tengah melanjutkan program Ta’hiliyah dan bersiap menghadapi ujian Hadatsah Mu’adalah.


