Kairo – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Al-Azhar Asy-Syarif di bawah kepemimpinan Imam Besar Ahmad Al-Tayyib menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang akan berlangsung sepanjang bulan penuh keberkahan ini.
Program-program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Al-Azhar untuk menyebarluaskan nilai-nilai moderasi Islam serta memperkuat dimensi spiritual, intelektual, dan sosial umat Muslim. Terdapat enam pilar utama yang akan mewarnai kemeriahan Ramadan di Masjid Al-Azhar dan cabang-cabangnya.
Pilar Pertama: Syiar Keagamaan & Al-Qur’an
Pilar ini berfokus pada peningkatan kualitas spiritual jamaah melalui berbagai ibadah dan syiar Al-Qur’an, antara lain:
- Salat Tarawih 20 rakaat setiap malam dengan sepuluh ragam qira’at, sebagai upaya mengenalkan khazanah keilmuan ulama terdahulu.
- Salat Tahajud 8 rakaat berjamaah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan variasi qira’at yang beragam, menghadirkan suasana khusyuk dan mendalam.
Melalui program ini, Ramadan di Al-Azhar menjadi momentum untuk menghidupkan tradisi keilmuan Al-Qur’an yang otentik dan berakar kuat dalam sejarah Islam.
Pilar Kedua: Dimensi Kemanusiaan & Sosial
Sebagai lembaga yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai kemanusiaan, Al-Azhar menghadirkan berbagai program sosial melalui lembaga zakat dan sedekah, di antaranya:
- Penyediaan 10.000 paket makanan berbuka puasa setiap hari, khususnya untuk mahasiswa asing.
- Penyediaan 3.000 paket sahur, guna mempererat solidaritas dan kebersamaan di antara sesama.
Program ini mencerminkan semangat Ramadan sebagai bulan kepedulian, berbagi, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
Pilar Ketiga: Dimensi Ilmiah & Intelektual
Sepanjang bulan Ramadan, Al-Azhar menggelar 137 kegiatan ilmiah dan seminar fikih, yang meliputi:
- 52 kajian Dzuhur bertema Riyadh As-Sha’imin untuk laki-laki.
- 26 kajian Ashar untuk perempuan dengan tema Bab al-Rayyan.
- *30 kajian setelah Salat Tarawih.
- 29 kajian fikih harian yang membahas persoalan puasa dan ibadah Ramadan.
Seluruh kegiatan ini akan diisi oleh para ulama senior dan cendekiawan Al-Azhar, menjadikan Ramadan sebagai bulan penguatan ilmu sekaligus ibadah.
Pilar Keempat: Syiar Bulan Al-Qur’an
Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an dihidupkan melalui program halaqah intensif, di antaranya:
- 130 halaqah Al-Qur’an selama sebulan, terdiri dari 5 halaqah langsung harian (10 jenis qira’at) untuk laki-laki dan perempuan, serta halaqah online riwayat Hafs ‘an ‘Ashim.
- Halaqah di cabang Riwaq Al-Azhar di luar Kairo: 27 halaqah pagi dan 27 halaqah sore setiap hari, dengan total 1.404 halaqah selama Ramadan.
Program ini memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an secara langsung maupun daring, baik di pusat maupun cabang.
Pilar Kelima: Perayaan Keagamaan & Momentum Bersejarah
Ramadan juga menjadi momen refleksi atas peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, di antaranya:
- Peringatan ulang tahun ke-1806 Masjid Al-Azhar.
- Peringatan Perang Badar Al-Kubra.
- Peringatan Penaklukan Kota Makkah.
- Peringatan Kemenangan 10 Ramadan.
- Perayaan Malam Lailatul Qadar dan malam Idul Fitri.
Melalui peringatan ini, umat diajak untuk mengambil ibrah (pelajaran) dari sejarah perjuangan Islam.
Pilar Keenam: Logistik & Ketertiban
Demi memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah, Al-Azhar melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:
- Mobilisasi manajemen jamaah dengan pengembangan jalur masuk dan keluar untuk mengatur arus ribuan jamaah.
- Penyediaan fasilitas baru guna mengatur kapasitas ruang dan menjamin kenyamanan maksimal bagi para tamu Allah selama Ramadan.
Ramadan: Harmoni Ibadah, Ilmu, dan Kepedulian
Melalui enam pilar ini, Al-Azhar Asy-Syarif menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum penguatan spiritualitas, pendalaman ilmu, serta perluasan kepedulian sosial.
Ramadan bukan hanya bulan ibadah individual, tetapi juga bulan kebersamaan, keilmuan, dan pengabdian untuk kemaslahatan umat.

