Ciamis (Afwaja) – Di tengah kesibukannya sebagai aktor dan penyanyi muda Indonesia, Kiesha Alvaro ternyata memiliki cita-cita yang berbeda dari kebanyakan selebritas seusianya. Putra sulung Pasha Ungu itu berkeinginan melanjutkan pendidikan ke Mesir untuk memperdalam ilmu fikih di Universitas Al-Azhar, salah satu pusat studi Islam paling berpengaruh di dunia.
Keinginan tersebut bukanlah rencana yang muncul secara tiba-tiba. Sejak beberapa tahun lalu, Kiesha sudah beberapa kali mengungkapkan minatnya untuk belajar di Mesir. Bahkan pada akhir 2023, ia menyatakan memiliki ketertarikan untuk mempelajari fikih karena merasa ilmu tersebut sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kehidupan berkeluarga di masa depan.
Berawal dari Dorongan Sang Ayah
Keinginan kuliah di Mesir juga tidak lepas dari peran sang ayah. Pasha sejak lama mendorong putranya agar tetap melanjutkan pendidikan tinggi meskipun telah sukses di dunia hiburan. Dalam beberapa kesempatan, Kiesha mengungkapkan bahwa ayahnya bahkan secara khusus menyarankan agar ia menempuh studi di Al-Azhar dan mengambil jurusan fikih.
Menurut Kiesha, Pasha menawarkan berbagai pilihan kampus dan negara tujuan studi. Di antara beberapa opsi seperti Turki dan Kazakhstan, Mesir menjadi pilihan yang paling menarik baginya. Al-Azhar dipandang sebagai tempat yang tepat untuk memperdalam ilmu agama secara lebih serius dan terstruktur.
Mengapa Memilih Fikih?
Di antara banyak disiplin ilmu Islam yang tersedia di Al-Azhar, Kiesha mengaku paling tertarik pada bidang fikih. Ia sempat mempertimbangkan beberapa cabang ilmu lain seperti filsafat, tafsir, dan tajwid. Namun pada akhirnya ia merasa bahwa fikih merupakan ilmu yang paling dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Baginya, fikih bukan sekadar ilmu hukum Islam, tetapi juga panduan praktis yang mengatur kehidupan seorang Muslim sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat. Karena itu, ia ingin menjadikan ilmu tersebut sebagai bekal untuk membangun keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Bukan untuk Menjadi Ustaz, tapi Untuk Keluarga
Menariknya, Kiesha menegaskan bahwa keinginannya belajar fikih bukan karena bercita-cita menjadi ustaz atau ulama. Ia justru melihat pendidikan agama sebagai bekal pribadi. Menurutnya, tanggung jawab seorang ulama sangat besar dan ia belum merasa pantas memikul amanah tersebut.
Ia pernah menyampaikan bahwa ilmu agama yang dipelajari nantinya akan digunakan untuk membimbing dirinya sendiri dan keluarganya. Dengan kata lain, motivasi utamanya adalah memperbaiki kualitas diri dan mempersiapkan masa depan, bukan mengejar popularitas sebagai tokoh agama.
Mimpi kuliah di Mesir tentu membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Karena itu, Kiesha memilih untuk bekerja keras di dunia hiburan sebelum berangkat menempuh studi. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku mengambil banyak proyek film sekaligus dan menabung hasil pekerjaannya agar kebutuhan keluarga tetap terjamin selama dirinya berada di Mesir. Bahkan ia menyebut tengah menjalani hingga tujuh proyek film sebagai bagian dari persiapan tersebut.
Sikap ini menunjukkan bahwa di balik popularitasnya sebagai artis muda, Kiesha memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan serta tanggung jawab terhadap keluarga.
Al-Azhar dan Daya Tariknya bagi Pelajar Indonesia
Pilihan Kiesha terhadap Al-Azhar bukanlah sesuatu yang mengherankan. Selama berabad-abad, Al-Azhar telah menjadi tujuan ribuan pelajar Muslim dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Kampus yang berpusat di Kairo ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia, terutama dalam bidang syariah, fikih, tafsir, hadis, dan bahasa Arab.
Setiap tahun, banyak pelajar Indonesia berangkat ke Mesir untuk belajar langsung kepada para ulama dan akademisi Al-Azhar. Keinginan Kiesha untuk menempuh pendidikan di sana menunjukkan bahwa minat terhadap studi Islam klasik dan keilmuan syariah tetap hidup di kalangan generasi muda, termasuk dari kalangan publik figur.
Kisah Kiesha Alvaro memberikan gambaran bahwa kesuksesan di dunia hiburan tidak membuatnya melupakan pentingnya pendidikan. Di tengah jadwal syuting yang padat, ia tetap menyimpan cita-cita besar untuk menimba ilmu di Al-Azhar Mesir dan mendalami fikih sebagai bekal kehidupan. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya relevan bagi calon ulama, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin membangun pemahaman Islam yang lebih mendalam dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

