Ciamis (Afwaja) – Program pembinaan dan bimbingan yang dijalankan Afwaja Center di Mesir tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan manhaj keilmuan para santri.
Hal tersebut disampaikan oleh Syekh Muhammad Wajih Mabruk Abdul Aal selaku Muhafidz Afwaja Center, ketika beliau ditanya mengenai tujuan dari program pembinaan dan bimbingan yang diberikan kepada para santri di Mesir.
Menurut beliau, tujuan utama dari program tersebut adalah membentuk pribadi santri yang saleh, ikhlas, dan senantiasa berusaha meraih ridha Allah SWT.
“Tujuan dari program bimbingan dan pembinaan yang diberikan Afwaja Center kepada para santrinya di Mesir yang pertama adalah agar menghasilkan santri Muslim yang shaleh, yang berusaha meraih ridha Allah SWT, serta memurnikan niatnya hanya karena Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi,” jelas beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa nilai keikhlasan menjadi pondasi utama dalam menuntut ilmu. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5:
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.”
Menanamkan Manhaj Moderat Al-Azhar
Selain membentuk pribadi yang saleh, Afwaja Center juga memiliki tujuan untuk melahirkan santri Al-Azhar yang moderat dan berpegang pada manhaj wasathiyah Al-Azhar.
Menurut Syekh Muhammad Wajih Mabruk Abdul Aal, santri Al-Azhar harus mampu mencerminkan metode berpikir yang seimbang, yakni memadukan antara akal dan dalil (wahyu) dalam memahami agama.
“Tujuan berikutnya adalah agar menjadi santri Al-Azhar yang moderat, dan agar tercermin pada dirinya manhaj Al-Azhar yang moderat, yang memadukan antara akal dan dalil (wahyu),” lanjut beliau.
Manhaj moderat Al-Azhar sendiri dikenal sebagai pendekatan keilmuan Islam yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta menjauhkan sikap ekstrem dalam beragama.
Komitmen Afwaja Center dalam Pembinaan Santri
Melalui program pembinaan yang intensif, Afwaja Center terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya memperkuat kemampuan akademik santri, tetapi juga membentuk akhlak, spiritualitas, dan cara berpikir yang moderat sesuai dengan nilai-nilai Al-Azhar.
Dengan demikian, para santri diharapkan mampu menjadi generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat.

