Salah Satu Universitas Tertua di Dunia, 5 Fakta Menarik Universitas Al-Azhar Mesir

Universitas Al-Azhar Mesir, Kampus islam yang terkenal di dunia, Foto: Kumparan
Universitas Al-Azhar Mesir, Kampus islam yang terkenal di dunia, Foto: Kumparan

Ciamis (Afwaja) – Universitas Al-Azhar merupakan salah satu institusi pendidikan Islam paling berpengaruh di dunia. Nama Al-Azhar tidak hanya dikenal sebagai universitas, tetapi juga sebagai simbol otoritas keilmuan Islam Sunni yang menjadi rujukan umat Muslim dari berbagai negara. Setiap tahun, ribuan pelajar internasional datang ke Mesir untuk menimba ilmu di kampus bersejarah ini, termasuk mahasiswa asal Indonesia yang jumlahnya terus bertambah. Reputasi Al-Azhar dibangun melalui sejarah panjang, tradisi keilmuan yang kuat, serta peran besarnya dalam menjaga moderasi Islam di tingkat global. Berikut lima fakta penting mengenai universitas tertua dan paling prestisius di dunia Islam ini.

Salah Satu Universitas Tertua di Dunia

Universitas Al-Azhar didirikan pada tahun 970–972 M pada masa Dinasti Fatimiyah di Kairo, Mesir. Awalnya, lembaga ini berfungsi sebagai masjid sekaligus pusat dakwah dan pendidikan. Seiring berjalannya waktu, Al-Azhar berkembang menjadi institusi akademik besar yang melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan pemikir Islam terkemuka.

Menurut catatan sejarah pendidikan dunia, Universitas Al-Azhar termasuk universitas tertua yang masih aktif beroperasi hingga saat ini. Bahkan, banyak sejarawan menempatkannya sebagai universitas pemberi gelar akademik tertua kedua di dunia setelah Universitas al-Qarawiyyin. Usianya yang telah melewati lebih dari seribu tahun menjadi bukti kuat atas ketahanan tradisi ilmiahnya.

Menjadi Kiblat Keilmuan Islam Sunni

Selama berabad-abad, Universitas Al-Azhar dikenal sebagai pusat otoritas keilmuan Islam Sunni. Lembaga ini memiliki pengaruh besar dalam bidang fikih, tafsir, hadis, akidah, hingga fatwa kontemporer. Melalui lembaga resmi seperti Dar al-Ifta al-Misriyyah dan Majma’ al-Buhuth al-Islamiyyah, Al-Azhar berperan aktif menjawab persoalan keagamaan yang dihadapi umat Islam di berbagai belahan dunia.

Fatwa dan pandangan keilmuan yang dikeluarkan Al-Azhar dihormati karena berlandaskan metodologi ilmiah yang kokoh serta pendekatan moderat (wasathiyyah). Karena itu, banyak negara menjadikan Universitas Al-Azhar sebagai rujukan utama dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan ulama.

Menggabungkan Tradisi Klasik dan Sistem Modern

Keunikan Universitas Al-Azhar terletak pada sistem pendidikannya yang memadukan metode tradisional dan modern. Tradisi klasik tampak dalam sistem talaqqi di Masjid Al-Azhar, di mana para mahasiswa duduk melingkar bersama para masyayikh untuk mempelajari kitab-kitab turats secara langsung.

Di sisi lain, Universitas Al-Azhar juga menerapkan sistem pendidikan formal modern melalui fakultas-fakultas yang terstruktur. Mahasiswa mengikuti perkuliahan di ruang kelas, menjalani evaluasi akademik, dan mempelajari berbagai disiplin ilmu, baik ilmu keislaman maupun ilmu umum. Perpaduan ini menjadikan Universitas Al-Azhar sebagai institusi yang mampu menjaga warisan intelektual Islam sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Dikenal dengan Ujian Akademik yang Ketat

Salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa Universitas Al-Azhar adalah sistem evaluasi akademiknya yang terkenal sangat ketat. Pada jenjang sarjana, mahasiswa umumnya tidak diwajibkan menyusun skripsi seperti di banyak universitas lain. Sebagai gantinya, mereka harus menghadapi ujian akhir yang berlangsung dalam rentang waktu panjang, bahkan dapat mencapai satu hingga dua bulan.

Soal-soal ujian di Universitas Al-Azhar menuntut penguasaan mendalam terhadap materi, kemampuan analisis teks Arab, serta ketelitian dalam memahami referensi klasik. Sistem ini membentuk mahasiswa agar memiliki daya tahan akademik tinggi dan benar-benar menguasai disiplin ilmu yang dipelajari.

Menawarkan Pendidikan Berkualitas dengan Biaya Terjangkau

Salah satu alasan Universitas Al-Azhar menjadi tujuan utama pelajar internasional adalah biaya pendidikannya yang relatif terjangkau. Dibandingkan universitas ternama di banyak negara lain, biaya studi di Universitas Al-Azhar jauh lebih rendah, bahkan tersedia berbagai jalur beasiswa bagi mahasiswa asing.

Bagi pelajar Indonesia, Universitas Al-Azhar menjadi pilihan favorit untuk mendalami ilmu syariah, ushuluddin, bahasa Arab, maupun studi Islam lainnya. Selain kualitas pendidikan yang diakui dunia, lingkungan akademik multinasional di Kairo memberikan pengalaman intelektual dan budaya yang sangat berharga.

Sebagai institusi yang telah berdiri lebih dari seribu tahun, Universitas Al-Azhar bukan sekadar universitas, melainkan simbol kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Dengan sejarahnya yang panjang, otoritas ilmiahnya yang kuat, sistem pendidikan yang khas, serta akses pendidikan yang terbuka bagi mahasiswa internasional, Universitas Al-Azhar tetap menjadi mercusuar ilmu pengetahuan Islam yang terus menerangi dunia hingga hari ini.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *