Profil Prof. Mahmoud Seddik, Rektor Baru Universitas Al-Azhar Mesir

Rektor Baru Universitas Al-Azhar Mesir, Prof.Dr. Mahmoud Seddik, Foto: Istimewa
Rektor Baru Universitas Al-Azhar Mesir, Prof.Dr. Mahmoud Seddik, Foto: Istimewa

Kairo (Afwaja) – Nama Prof. Dr. Mahmoud Seddik Hassan menjadi salah satu sosok yang kini mendapat perhatian di lingkungan akademik Al-Azhar. Akademisi yang dikenal sebagai profesor di bidang bedah ortopedi dan tumor ortopedi tersebut dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Al-Azhar sejak 1 Agustus 2026.

Penugasan tersebut diberikan oleh Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb. Mahmoud Seddik ditugaskan menjalankan tugas rektor untuk sementara waktu hingga ditetapkannya rektor definitif sesuai dengan ketentuan hukum. Sebelum mendapat amanah tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Al-Azhar bidang Pascasarjana dan Riset serta pengawas umum rumah sakit universitas.

Mengawali Karir di Bidang Kedokteran

Prof. Mahmoud Seddik merupakan salah satu akademisi yang meniti kariernya dari lingkungan Universitas Al-Azhar sendiri. Ia berasal dari Provinsi Asyuth dan telah menghafal Al-Qur’an sejak usia muda. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah Al-Azhar dengan prestasi akademik yang baik, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, Kairo.

Pada 1993, ia menyelesaikan pendidikan dokter dan memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery dengan predikat excellent with honors. Dua tahun kemudian, ia mulai berkarier di Departemen Bedah Ortopedi Rumah Sakit Al-Hussein University Hospital.

Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut. Pada 1999, Mahmoud Seddik menyelesaikan pendidikan magister di bidang bedah ortopedi. Setelah itu, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi dan pelatihan ke Jerman dengan fokus pada diagnosis serta penanganan tumor tulang.

Pada 2003, ia memperoleh fellowship bidang bedah ortopedi di Jerman. Setelah kembali ke Mesir, ia dikenal sebagai salah satu pelopor spesialisasi tumor tulang di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar. Ia kemudian memperoleh gelar doktor dan melanjutkan pengembangan keilmuannya dalam bidang bedah ortopedi dan tumor tulang.

Menapaki Karier Akademik

Setelah kembali ke Mesir, Mahmoud Seddik mulai mengembangkan karier akademiknya di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar. Pada 2005, ia menjadi dosen di Departemen Bedah Ortopedi dan secara bertahap naik menjadi profesor di bidang bedah ortopedi dan tumor ortopedi.

Selain menjalankan aktivitas pendidikan dan pelayanan medis, ia juga aktif dalam penelitian ilmiah. Namanya tercatat dalam berbagai publikasi ilmiah yang membahas persoalan bedah ortopedi dan penanganan cedera maupun penyakit tulang. Salah satu publikasinya di Al-Azhar Medical Journal membahas penanganan minimal invasif pada fraktur kalkaneus intra-artikular.

Kiprahnya dalam dunia akademik kemudian membawanya ke berbagai posisi strategis. Pada 2017, ia dipercaya menangani bidang keunggulan akademik di Fakultas Kedokteran. Pada tahun yang sama, tepatnya 1 November 2017, ia ditunjuk sebagai Wakil Dekan Fakultas Kedokteran untuk bidang Pascasarjana dan Riset.

Tidak lama berselang, pada 1 Agustus 2019, Mahmoud Seddik dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar untuk putra di Kairo. Posisi tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan administratifnya sebelum kemudian memasuki jajaran pimpinan universitas.

Dari Wakil Rektor hingga Plt. Rektor

Karier Mahmoud Seddik di tingkat universitas terus berkembang. Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Rektor Universitas Al-Azhar untuk bidang Pascasarjana dan Riset. Kepercayaan tersebut kembali diberikan kepadanya pada 2024 untuk masa jabatan empat tahun.

Dalam posisi tersebut, ia memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan pascasarjana, penelitian ilmiah, serta peningkatan kualitas akademik. Ia juga dipercaya mengawasi rumah sakit-rumah sakit universitas, sehingga tanggung jawabnya mencakup bidang pendidikan, penelitian, sekaligus pelayanan kesehatan.

Puncak perjalanan kariernya untuk sementara berada pada penugasan sebagai Plt. Rektor Universitas Al-Azhar. Mulai 1 Agustus 2026, Grand Syekh Al-Azhar menugaskannya menjalankan tugas rektor sampai ditetapkannya rektor definitif.

Penugasan tersebut sekaligus memperlihatkan perjalanan panjang seorang akademisi yang tumbuh dari lingkungan Al-Azhar, mengembangkan keahlian di bidang kedokteran, aktif dalam penelitian, kemudian dipercaya memegang berbagai jabatan strategis di lingkungan universitas.

Bagi keluarga besar Al-Azhar, perjalanan Prof. Mahmoud Seddik menjadi gambaran bahwa tradisi keilmuan Al-Azhar tidak hanya berkembang dalam bidang studi keislaman, tetapi juga mencakup berbagai disiplin ilmu modern. Dari ruang kelas kedokteran, laboratorium penelitian, hingga ruang kepemimpinan universitas, perjalanan tersebut memperlihatkan keterhubungan antara ilmu, penelitian, dan pengabdian yang menjadi bagian penting dari kehidupan akademik Al-Azhar.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *