Ketua Umum WAZIN Bekali Calon Pelajar Al-Azhar Mesir di Acara Mahrojan Tsuroyya 2026

Ketua Umum WAZIN Bekali Calon Pelajar Al-Azhar Mesir dalam Mahrojan Tsuroyya Afwaja Center 2026
Ketua Umum WAZIN Bekali Calon Pelajar Al-Azhar Mesir dalam Mahrojan Tsuroyya Afwaja Center 2026

Ciamis (Afwaja) – Ketua Umum Wihdah Azhariyah Indonesia (WAZIN), Dukturah Elly Warti Maliki, Lc., M.A., memberikan pembekalan kepada calon pelajar dan mahasiswa Al-Azhar Mesir Afwaja Center angkatan 2026 dalam acara Mahrojan Tsuroyya. Kegiatan ini merupakan acara pelepasan calon pelajar dan mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Mesir, sekaligus menjadi momentum untuk membekali mereka dengan motivasi, nasihat, dan pandangan tentang tanggung jawab sebagai penuntut ilmu di salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia.

Dalam pidatonya, Dukturah Elly tidak hanya menyampaikan pesan tentang pentingnya menuntut ilmu, tetapi juga mengisahkan perjalanan panjang organisasi mahasiswi Indonesia di Mesir serta perkembangan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bagi para calon pelajar bahwa kesempatan belajar di Al-Azhar merupakan amanah yang harus dijalani dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

Dukturah Elly mengawali pembekalannya dengan menceritakan sejarah berdirinya Wihdah, organisasi yang secara khusus menaungi mahasiswi Al-Azhar asal Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada 1989, melalui proses dan inisiatif yang berkaitan dengan pengambilan keputusan PPMI, berdirilah Wihdah sebagai wadah bagi mahasiswi Indonesia untuk saling mendukung, berorganisasi, dan mengembangkan diri selama menempuh pendidikan di Mesir.

Sejak berdiri, Wihdah terus berkembang mengikuti pertumbuhan jumlah mahasiswi Indonesia di Al-Azhar. Jika pada awal berdirinya jumlah anggota Wihdah sekitar 100 orang, pada 2024 jumlah tersebut telah mencapai sekitar 4.000 orang. Perkembangan ini menggambarkan semakin besarnya kehadiran perempuan Indonesia dalam lingkungan pendidikan Al-Azhar.

Tidak berhenti di situ, Dukturah Elly juga menginisiasi berdirinya Wihdah Azhariyah Indonesia (WAZIN) pada 19 Desember 2024 dan dipercaya menjadi ketua umumnya. Organisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan, komunikasi, serta kontribusi para alumni dan keluarga besar Wihdah Azhariyah di Indonesia.

Menurut penuturannya, setahun setelah 2024, jumlah anggota dalam jaringan tersebut meningkat hingga sekitar 8.000 orang. Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya potensi sumber daya manusia Indonesia yang memiliki pengalaman pendidikan Al-Azhar dan dapat berkontribusi dalam berbagai bidang di tanah air.

Perjalanan Wihdah dan WAZIN menjadi gambaran bahwa keberadaan mahasiswa Indonesia di Al-Azhar bukan sekadar persoalan pendidikan individual. Di baliknya, terdapat tanggung jawab kolektif untuk membangun jaringan keilmuan, menjaga hubungan antargenerasi, dan mempersiapkan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Salah satu pesan penting yang disampaikan Dukturah Elly dalam pembekalan tersebut adalah mengenai posisi Al-Azhar bagi bangsa Indonesia, baik pada masa lalu, masa kini, maupun masa mendatang. Menurutnya, Al-Azhar sejak dahulu telah menjadi tujuan para penuntut ilmu Indonesia yang ingin memperdalam pengetahuan agama. Pada masa ketika jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir masih relatif sedikit, mereka yang kembali ke tanah air banyak yang kemudian dikenal sebagai ulama dan tokoh agama yang berperan dalam kehidupan masyarakat.

Namun, situasi saat ini telah mengalami perubahan besar. Jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Al-Azhar meningkat secara signifikan. Pertumbuhan tersebut merupakan kabar baik sekaligus menghadirkan tanggung jawab yang lebih besar bagi lembaga pendidikan, organisasi mahasiswa, dan para pelajar itu sendiri.

Dukturah Elly menyoroti perkembangan jumlah mahasiswa Indonesia yang mencapai ribuan orang, dengan sekitar 8.000 mahasiswa baru disebut dalam pemaparannya. Besarnya jumlah tersebut perlu diiringi dengan perhatian terhadap kualitas keilmuan, pembentukan karakter, dan kesiapan mereka untuk memberikan manfaat setelah menyelesaikan pendidikan.

Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi semata-mata berapa banyak orang Indonesia yang berhasil berangkat ke Al-Azhar, melainkan bagaimana mereka dapat tumbuh menjadi generasi berilmu yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Harapan besar tertuju kepada para mahasiswa tersebut agar kelak menjadi ulama, pendidik, pemikir, dan tokoh masyarakat yang memiliki pemahaman agama mendalam serta mampu memberikan jawaban terhadap persoalan umat.

Bagi para calon pelajar dan mahasiswa Afwaja Center angkatan 2026, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberangkatan menuju Mesir bukanlah tujuan akhir. Perjalanan sesungguhnya justru dimulai ketika mereka memasuki lingkungan pendidikan Al-Azhar, menghadapi proses pembelajaran, dan berusaha memahami ilmu-ilmu keislaman secara mendalam.

Kesempatan belajar di Al-Azhar perlu disambut dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan kesiapan untuk terus memperbaiki diri. Para calon mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelulusan atau gelar akademik, tetapi juga berusaha membangun kapasitas keilmuan dan akhlak yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke Indonesia.

Selain itu, mereka perlu menyadari bahwa menjadi bagian dari komunitas mahasiswa Indonesia di Mesir berarti membawa harapan keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga adab kepada guru, menghormati sesama mahasiswa, serta menggunakan waktu secara produktif merupakan bagian penting dari perjalanan menuntut ilmu.

Pembekalan Dukturah Elly dalam Mahrojan Tsuroyya Afwaja Center 2026 menjadi pengingat bahwa besarnya kesempatan pendidikan harus diimbangi dengan kesadaran akan tanggung jawab. Para calon pelajar tidak cukup hanya memiliki cita-cita untuk menjadi orang besar, tetapi juga perlu mempersiapkan diri melalui proses belajar yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pelepasan ini, Afwaja Center berharap para calon pelajar dan mahasiswa angkatan 2026 dapat berangkat dengan kesiapan yang lebih matang, semangat belajar yang kuat, serta kesadaran akan peran mereka sebagai bagian dari generasi penerus keilmuan Islam Indonesia.

Pada akhirnya, Al-Azhar akan terus menjadi salah satu tujuan penting bagi para pencari ilmu dari Indonesia. Tantangan bagi generasi sekarang adalah memastikan bahwa kesempatan tersebut melahirkan insan-insan berilmu yang tidak hanya berhasil dalam pendidikan, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat luas.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *