Dalam sebuah kesempatan mulia, Syekh Dr. Ahmad Zaid Mabruk—seorang ulama terkemuka, dosen, dan pengajar di Mesir—menyampaikan nasihat penuh hikmah kepada para santri Afwaja Center di Mesir. Beliau menekankan betapa agungnya keutamaan menuntut ilmu dalam pandangan Islam.
Dengan penuh kelembutan dan ketegasan, beliau menyampaikan:
“Setiap detik yang engkau pergunakan untuk belajar, maka pada setiap detik itu pula engkau diganjar pahala.”
Beliau mengutip kalam Imam Syafi’i yang menggugah hati:
“Setiap kali pengalaman hidup mengajariku, ia selalu menunjukkan betapa kurangnya akalku. Dan setiap kali aku bertambah ilmu, justru semakin aku sadar akan kebodohanku.”
Syekh Ahmad Zaid Mabruk kemudian menjelaskan, bahwa menuntut ilmu menuntut pengorbanan: pengorbanan waktu, tenaga, kesabaran, dan kesungguhan. Ilmu tidak datang dengan mudah; ia datang kepada mereka yang bersungguh-sungguh dalam mencarinya.
“Setiap yang engkau berikan kepada ilmu—baik waktu, usaha, maupun kesabaran—akan kembali kepadamu dalam bentuk kemuliaan. Ilmu akan mengangkat derajatmu di mata manusia, dan lebih dari itu, menjadikanmu mulia di sisi Allah SWT.”
Beliau juga menegaskan bahwa menuntut ilmu karena Allah adalah jalan untuk mendapatkan kasih sayang dan perlindungan dari-Nya:
“Setiap waktu yang engkau gunakan untuk mencari ilmu dengan niat ikhlas karena Allah, maka Allah akan memandangmu dengan penuh kasih sayang. Allah akan menyayangimu, melindungimu, dan tak akan pernah membencimu. Engkau akan hidup dalam kenikmatan, keberkahan, anugerah, dan kemuliaan.”
Lalu beliau menutup nasihatnya dengan sabda Rasulullah SAW:
“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat—yakni terjauh dari rahmat Allah—dan terlaknat pula semua yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah, amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada-Nya, serta orang-orang yang berilmu dan mereka yang menuntut ilmu. Maka orang-orang yang mencari ilmu senantiasa berada dalam limpahan rahmat Allah, begitu pula para ulama yang diberi ilmu, Allah limpahkan rahmat-Nya atas mereka semua.”
(Hadis riwayat Tirmidzi)
Nasihat ini menjadi pengingat bagi siapa saja yang sedang menapaki jalan ilmu, bahwa perjuangan dalam menuntut ilmu bukan hanya membuahkan kecerdasan, tapi juga menjadi jalan menuju keridhaan dan kemuliaan dari Allah SWT.


