Ciamis (Afwaja) – Di tengah berbagai pencapaian dan pengaruhnya yang mendunia, Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayyib menunjukkan sebuah sikap yang mengundang kekaguman banyak orang. Sebagai pemimpin Al-Azhar, lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia Islam Sunni, beliau ternyata memiliki cita-cita sederhana yang ingin diwujudkan setelah tidak lagi menjabat sebagai Grand Syekh. Cita-cita tersebut adalah mendirikan dan mengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak.
Informasi ini disampaikan oleh Rais Syuriyah PBNU, KH Afifuddin Muhajir. Pernyataan tersebut menjadi perhatian banyak kalangan karena menunjukkan bagaimana seorang ulama besar dengan kedudukan internasional tetap memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan dasar keagamaan.
Cita-cita Sederhana di Balik Kedudukan yang Mendunia
Sebagai Grand Syekh Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyib dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh di dunia Islam. Beliau aktif menyuarakan moderasi beragama, dialog antarumat beragama, perdamaian dunia, serta berbagai isu kemanusiaan internasional. Pemikirannya menjadi rujukan bagi banyak kalangan, sementara pandangan-pandangannya sering menjadi perhatian para pemimpin dunia.
Namun di balik kedudukan yang tinggi tersebut, beliau justru menyimpan keinginan yang sangat sederhana. Setelah masa pengabdiannya sebagai Grand Syekh berakhir, beliau ingin kembali kepada aktivitas yang dekat dengan masyarakat, yakni mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak melalui sebuah TPQ.
Keinginan ini menunjukkan bahwa dalam pandangan seorang ulama besar, pendidikan dasar Al-Qur’an memiliki nilai yang sangat penting. Mengajarkan huruf-huruf Al-Qur’an kepada anak-anak mungkin terlihat sederhana dibandingkan memimpin lembaga Islam internasional, tetapi justru dari pendidikan dasar itulah lahir generasi yang mencintai agama dan memiliki akhlak yang baik.
Cita-cita tersebut juga menggambarkan cara pandang para ulama yang tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir kehidupan. Jabatan hanyalah sarana untuk memberikan manfaat kepada umat. Ketika masa jabatan berakhir, pengabdian kepada agama dan masyarakat tetap berlanjut dalam bentuk yang lain.
Keteladanan Grand Syekh Al-Azhar bagi Generasi Muslim
Keinginan Grand Syekh Al-Azhar untuk mendirikan TPQ setelah pensiun memberikan pelajaran berharga tentang makna ketawadhuan dan keikhlasan dalam menuntut serta mengamalkan ilmu. Di era ketika banyak orang berlomba mengejar popularitas, jabatan, dan pengakuan, sosok Ahmad Al-Tayyib justru menunjukkan bahwa kemuliaan seorang alim terletak pada manfaat yang diberikannya kepada umat.
Keteladanan ini sebenarnya sejalan dengan tradisi para ulama besar sepanjang sejarah Islam. Semakin tinggi ilmu yang mereka miliki, semakin besar pula kerendahan hati mereka. Mereka tidak merasa lebih tinggi dari masyarakat, melainkan berusaha semakin dekat dengan umat dan semakin banyak memberikan manfaat.
Sikap Grand Syekh juga mengajarkan bahwa pendidikan anak-anak merupakan investasi peradaban yang sangat penting. Mengajar Al-Qur’an kepada generasi muda bukanlah pekerjaan kecil. Dari tangan para guru Al-Qur’an lahir generasi yang kelak menjadi ulama, pemimpin, akademisi, dan tokoh masyarakat yang membawa kebaikan bagi bangsa dan agama.
Selain dikenal sebagai ulama yang mendunia, Ahmad Al-Tayyib juga selama ini dikenal dengan kehidupan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Berbagai pihak yang pernah berinteraksi dengannya sering menyoroti akhlak, kesantunan, serta sikap tawadhu’ yang beliau tunjukkan. Hal tersebut menjadi bukti bahwa keilmuan yang tinggi seharusnya melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan.
Kisah ini menjadi pengingat bagi para pelajar, santri, dan penuntut ilmu bahwa tujuan akhir dari ilmu bukanlah kedudukan atau kehormatan duniawi. Ilmu harus melahirkan pengabdian, ketulusan, dan semangat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Cita-cita sederhana Grand Syekh Al-Azhar untuk mendirikan TPQ setelah pensiun menunjukkan bahwa sebesar apa pun pencapaian seseorang, mengajar Al-Qur’an dan membimbing generasi muda tetap merupakan amal yang sangat mulia.
Melalui keteladanan tersebut, Grand Syekh Ahmad Al-Tayyib tidak hanya mengajarkan ilmu melalui pidato dan karya-karyanya, tetapi juga melalui sikap hidup yang penuh kesederhanaan dan pengabdian. Inilah salah satu alasan mengapa beliau dihormati oleh umat Islam di berbagai belahan dunia dan menjadi teladan bagi generasi Muslim masa kini.


