Ciamis (Afwaja) – Prof. Dr. Syekh Jamal Faruq Al-Daqqaq Al-Azhari merupakan guru besar Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang memiliki kepakaran di bidang akidah dan ilmu kalam. Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar pada 2015–2019. Namanya dikenal melalui kiprah akademik, pengajaran ilmu-ilmu keislaman, serta berbagai karya ilmiah yang membahas akidah, pemikiran Islam, dan kajian Al-Qur’an.
Kehadiran Syekh Jamal Faruq di Indonesia menjadi bagian dari hubungan keilmuan antara Universitas Al-Azhar dan lembaga pendidikan Islam di Tanah Air. Pada Oktober 2026, ia menghadiri peresmian Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif yang diselenggarakan dalam rangkaian Mahrojan Tsuroyya Afwaja Center di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pesantren tersebut dikembangkan dengan orientasi pendidikan yang terinspirasi oleh tradisi keilmuan Al-Azhar Mesir.
Perjalanan Pendidikan & Karir Syekh Jamal Faruq
Syekh Jamal Faruq memiliki nama lengkap Jamal Faruq Jibril Mahmud Al-Daqqaq. Ia lahir pada 27 Mei 1960 di Tahtha, Provinsi Suhaj, Mesir. Sejak kecil, ia telah menekuni pendidikan agama dan menghafal Al-Qur’an di Farshout, Provinsi Qena, di bawah bimbingan Syekh Muhammad Mansur Husain.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Farshout hingga jenjang pendidikan menengah di Ma’had Al-Azhar. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan studi di Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar, Kairo, dan meraih gelar sarjana pada 1984.
Perjalanan akademiknya berlanjut dengan mengambil program magister dalam bidang agama dan mazhab di Universitas Al-Azhar. Gelar tersebut berhasil diraihnya pada 1990 dengan predikat mumtaz atau istimewa. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar pada 1994 dengan predikat martabat al-syaraf al-ula, yang menunjukkan capaian akademik tertinggi dalam penilaian tersebut.
Selain mendalami akidah dan pemikiran Islam, Syekh Jamal Faruq juga memiliki perhatian besar terhadap ilmu Al-Qur’an. Ia menyelesaikan pembelajaran sepuluh qiraat di bawah bimbingan Syekh Abdul Hakim Abdul Latif dan memperoleh ijazah dalam bidang tersebut. Keahliannya kemudian dikembangkan melalui kegiatan pengajaran Al-Qur’an, pembinaan bacaan, serta kajian ilmu tajwid dan qiraat.
Karier Syekh Jamal Faruq dimulai sebagai imam dan khatib di bawah Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir pada 1985. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai asisten dosen di Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar. Ia kemudian menjadi dosen pada 1994 dan diangkat sebagai profesor madya dalam bidang agama, mazhab, dan aliran pemikiran kontemporer pada 2000.
Pada 2001–2007, ia menjalankan tugas akademik di Kuliah Dirasat Islamiyah wa al-Lughah al-Arabiyah di Dubai, Uni Emirat Arab. Pengalaman tersebut memperluas kiprahnya dalam pendidikan Islam di luar Mesir.
Setelah menjalani perjalanan panjang sebagai akademisi, Syekh Jamal Faruq dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah Islamiyah Universitas Al-Azhar pada 2015–2019. Dalam jabatan tersebut, ia turut berperan dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di lingkungan perguruan tinggi.
Di luar tugas administratif, ia aktif mengajar Al-Qur’an, memberikan kajian keagamaan di Masjid Al-Azhar, serta terlibat dalam kegiatan ilmiah dan pembinaan masyarakat. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan perhatian terhadap pengembangan keilmuan Islam yang berpijak pada tradisi akademik dan pemahaman agama yang mendalam.
Karya Ilmiah dan Pemikiran Keislaman
Sebagai akademisi, Syekh Jamal Faruq menghasilkan sejumlah karya ilmiah yang mencakup beragam bidang kajian Islam. Beberapa di antaranya adalah Dirasat Nashshiyyah fi al-Sirah al-Nabawiyyah, Al-Ikhtilaf fi al-Masa’il al-Diniyyah: Majalatuhu wa Da’a’imuhu al-Khuluqiyyah, Mabhats fi al-Tawassul wa Radd Syubuhat al-Mani’in, serta ‘Alaqah al-Din bi Anwa’ al-Tsaqafah wa al-Tahdzib.
Ia juga menulis kajian mengenai persoalan akidah Islam, konsep Ahlussunnah wal Jamaah, pluralitas agama dan syariat, serta persoalan takfir atau pengafiran. Di samping itu, terdapat karya berupa komentar ilmiah terhadap kitab dalam bidang qiraat dan tajwid. Ragam karya tersebut menunjukkan luasnya perhatian keilmuannya, mulai dari kajian akidah hingga pembahasan Al-Qur’an.
Melalui karya-karyanya, Syekh Jamal Faruq turut berkontribusi dalam pengembangan diskursus keislaman, khususnya dalam menjelaskan persoalan agama dengan pendekatan ilmiah. Pemikiran tersebut juga berkaitan dengan peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang memahami agama secara mendalam dan mampu menyikapi persoalan masyarakat secara bijaksana.
Hadir dalam Peresmian Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif
Pada 15 Oktober 2026, Syekh Jamal Faruq menghadiri peresmian Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif di Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Mahrojan Tsuroyya Afwaja Center, yaitu acara pelepasan calon pelajar dan mahasiswa Al-Azhar Mesir angkatan 2026.
Peresmian pesantren dilakukan secara simbolis oleh Ustadz Yumna Ilahy selaku pimpinan Afwaja Center sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif melalui prosesi pengguntingan pita. Syekh Jamal Faruq hadir bersama sejumlah tokoh agama, pendidikan, dan pemerintahan, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, KH. Saiful Uyun, serta perwakilan Bupati Ciamis, Drs. Wawan Ruhyat, M.M.
Kehadiran Syekh Jamal Faruq dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk hubungan antara tradisi pendidikan Al-Azhar dan pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia. Bagi Afwaja Center, pendirian Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda yang hendak melanjutkan studi ke Mesir, terutama dalam penguasaan bahasa Arab, ilmu-ilmu keislaman, dan pembentukan karakter.


