Ma’had Al-Azhar atau yang disebut Ma’had Bu’uts Al-Islamiyyah Lil I’dadiy Wa Tsanawiyy adalah sekolah formal setingkat SMP, SMA yang berada di bawah lembaga pendidikan Al Azhar Kairo Mesir, sebagai persiapan masuk ke bangku kuliah di Universitas Al Azhar. Ma’had Al-Azhar diperuntukan untuk pelajar dari berbagai negara, tak terkecuali Negara Republik Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, Negara Indonesia menyumbang banyak pelajar ke Ma’had Al-Azhar Mesir. Indonesia mengirim puluhan hingga ratusan bahkan ribuan pelajar ke Ma’had Al-Azhar Mesir. Terkenalnya Al-Azhar sebagai pusat ilmu pengetahuan islam maupun umum, menjadi daya Tarik tersendiri para pelajar di Indonesia untuk berlomba-lomba belajar di Ma’had Al-Azhar Mesir. Berikut adalah beberapa keunggulan utama yang menjadikan Ma’had Al-Azhar Mesir menjadi tujuan pendidikan bagi banyak mahasiswa dari seluruh dunia.
1.Salah Satu Institusi Islam Tertua di Dunia
Al-Azhar didirikan lebih dari seribu tahun yang lalu oleh Kekhalifahan Fatimiyah, dan sejak saat itu telah berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam yang sangat berpengaruh. Universitas ini mulai sebagai sebuah masjid, namun dalam waktu singkat bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang sangat bergengsi di dunia Islam. Al-Azhar terus mempertahankan eksistensinya selama lebih dari seribu tahun dan menjadi simbol konsistensi dalam pendidikan keislaman. Hingga saat ini, Al-Azhar tetap menjadi pusat riset dan pendidikan Islam, menjadikannya sebagai lembaga pendidikan yang dihormati di dunia.
2. Otoritas Ilmu Islam dan Mazhab Sunni
Sejak berada di bawah kekuasaan Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12, Al-Azhar telah menjadi penjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya mazhab Syafi’i. Namun, meskipun berfokus pada mazhab Syafi’i, Al-Azhar tetap mengajarkan semua mazhab Sunni. Ulama-ulama Al-Azhar terkenal dengan sikap moderat, keterbukaan terhadap perbedaan, dan kehati-hatian dalam menyampaikan fatwa. Mereka juga dikenal karena mendorong dialog antaragama dan menentang ekstremisme serta kekerasan atas nama agama. Al-Azhar melalui lembaga-lembaga seperti Majma’ al-Buhuts al-Islamiyyah dan Dar al-Ifta’ al-Misriyyah memegang peranan penting dalam mengeluarkan fatwa yang menjadi acuan di seluruh dunia Islam.
3.Pelajar dari Berbagai Penjuru Dunia
Al-Azhar bukan hanya menjadi tujuan bagi mahasiswa dari Mesir, tetapi juga dari seluruh dunia. Mahasiswa internasional yang datang untuk menuntut ilmu di Al-Azhar datang dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Indonesia, Malaysia, Afrika, Asia Tengah, hingga Eropa dan Amerika Latin. Bahkan, banyak tokoh-tokoh besar Indonesia yang pernah belajar di Al-Azhar, seperti Buya Hamka, KH. Hasyim Asy’ari, dan Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid). Al-Azhar menawarkan berbagai program studi, baik di bidang ilmu keislaman klasik seperti tafsir, hadis, fikih, dan akidah, maupun ilmu modern seperti kedokteran, teknik, sains, dan ekonomi Islam. Sistem pendidikan di Al-Azhar mencakup halaqah (pengajian bersama ulama), perkuliahan formal, dan sistem sanad yang menghubungkan ilmu langsung dari guru kepada Rasulullah SAW.
4. Pusat Fatwa dan Penjaga Warisan Islam Moderat
Al-Azhar memiliki Dar al-Ifta’, lembaga resmi yang berfungsi untuk mengeluarkan fatwa bagi umat Islam di Mesir dan seluruh dunia. Fatwa yang dikeluarkan oleh Dar al-Ifta’ melalui proses yang sangat teliti dan melibatkan ulama senior yang ahli dalam bidangnya. Dalam era digital ini, Dar al-Ifta’ juga menyediakan layanan fatwa online dalam berbagai bahasa, yang memungkinkan umat Islam di seluruh dunia mengakses jawaban atas berbagai permasalahan agama, baik dalam hal fikih, ibadah, muamalah, maupun etika.
Al-Azhar berpegang teguh pada prinsip wasathiyyah, yang berarti jalan tengah antara dua ekstrem. Pendekatan ini berfokus pada moderasi dan toleransi, yang sangat penting dalam menjaga kesatuan umat Islam serta membina kerukunan antaragama, baik di Mesir maupun di dunia. Dalam hal ini, Al-Azhar berperan sebagai benteng dalam melawan radikalisme dan ekstrimisme yang dapat memecah belah umat.
5. Fasilitas dan Infrastruktur Berkualitas
Al-Azhar memiliki fasilitas yang sangat memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Kampus utama yang terletak di Cairo, Mesir, dilengkapi dengan perpustakaan besar yang menyimpan ribuan karya ilmiah, serta berbagai pusat penelitian dan laboratorium yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, baik dalam bidang keislaman maupun ilmu pengetahuan modern. Fasilitas ini mendukung para mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tinggi, baik di bidang akademik maupun keagamaan.
6. Kehidupan Kampus yang Dinamis dan Multikultural
Al-Azhar juga menawarkan kehidupan kampus yang sangat dinamis dan multikultural. Mahasiswa yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang budaya membentuk suasana yang sangat kaya akan keberagaman. Selain itu, adanya berbagai kegiatan ekstra kurikuler, seminar internasional, dan konferensi keislaman yang diselenggarakan oleh Al-Azhar semakin memperkaya pengalaman belajar di kampus ini.
Ma’had Al-Azhar Mesir bukan hanya sebuah lembaga pendidikan, melainkan juga simbol dari sejarah panjang peradaban Islam. Dengan statusnya sebagai universitas tertua di dunia, otoritas ilmu Islam yang diakui global, serta komitmennya terhadap moderasi dan toleransi, Al-Azhar terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam dan pendidikan tinggi yang sangat dihormati di dunia. Keberagaman mahasiswa yang datang dari seluruh penjuru dunia dan kualitas pendidikan yang ditawarkan menjadikan Al-Azhar sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin mendalami ilmu Islam secara mendalam dan komprehensif.

