Ajarkan Berbagai Skill, Afwaja Center Mesir Gelar Sekolah Kaderisasi Afwaja

Para kader Afwaja saat mengikuti Sekolah Kaderisasi Afwaja, Foto: Dok.Afwaja
Para kader Afwaja saat mengikuti Sekolah Kaderisasi Afwaja, Foto: Dok.Afwaja

Kairo, Mesir (Afwaja) – Afwaja Center Mesir menggelar Sekolah Kaderisasi Afwaja (SKA) sebagai wadah pengembangan kapasitas dan keterampilan para kader. Selama kurang lebih satu bulan terakhir, kegiatan ini diisi dengan berbagai seminar yang membahas pengetahuan dan keterampilan penting, mulai dari kepemimpinan, organisasi, komunikasi, hingga kepenulisan.

Sekolah Kaderisasi Afwaja merupakan forum pembinaan yang dirancang untuk menunjang wawasan sekaligus keterampilan para kader Afwaja Center. Hingga saat ini, sedikitnya delapan materi telah disampaikan, yaitu public speaking, keorganisasian, ke-Afwaja Center-an, ke-Azhar-an, tahsin Al-Qur’an, keputrian, kepenulisan, dan ilmu komunikasi dasar.

Beragam materi tersebut disampaikan oleh pemateri yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya masing-masing. Salah satunya adalah Ust. Glenn Sofyan Assyauri, Lc., mantan Presiden PPMI Mesir periode 2025–2026, yang menyampaikan materi keorganisasian pada 12 Agustus.

Sementara itu, materi public speaking dan ilmu komunikasi disampaikan oleh Usth. Debbi Angelia, pemenang Light of Azhariyyat 2025 sekaligus mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Kairo. Materi tersebut disampaikan pada 10 Agustus dan memberikan bekal kepada peserta untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan publik.

Materi lainnya juga menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Ust. Akmal Al Junaidi yang memberikan materi Tahsin Al-Qur’an pada 18 Agustus serta Ustadzah Damae Wardani yang mengisi seminar keputrian pada 22 Agustus.

Kehadiran para pemateri dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam membuat kegiatan SKA tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga membuka wawasan baru bagi para peserta.

Ustadzah Geisla, Salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menarik, terutama karena dirinya belum banyak terlibat dalam organisasi maupun kegiatan di luar lembaga.

“Dengan diundangnya pemateri-pemateri yang keren, tentu menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar bagi saya yang belum banyak terjun ke organisasi atau kegiatan di luar lembaga,” ungkapnya.

Dari berbagai materi yang telah diberikan, seminar keputrian menjadi salah satu sesi yang paling berkesan baginya. Menurutnya, materi tersebut memberikan ruang pembahasan yang lebih personal mengenai bagaimana seorang muslimah dapat tetap produktif dan berkembang.

“Materi favorit saya adalah keputrian. Sesi ini membahas bagaimana menjadi muslimah yang produktif. Karena dikhususkan untuk perempuan, seminar ini terasa lebih personal dan terbuka dibandingkan sesi yang lain,” tuturnya.

Terbaru dalam rangkaian Sekolah Kaderisasi Afwaja adalah seminar kepenulisan bersama Ust. Muhammad Naufal Luthfi. Kegiatan ini mengangkat gagasan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas merangkai kata, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan pemikiran, mengabadikan cerita, dan meninggalkan jejak yang dapat terus hidup melampaui usia penulisnya.

Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun budaya membaca, berpikir kritis, serta menuangkan gagasan melalui tulisan. Keterampilan menulis dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi kader agar mampu mendokumentasikan pengalaman, menyampaikan ide, sekaligus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jasad kita tidak hidup lama, tetapi pemikiran, cita-cita, dan cerita dapat bertahan selama mungkin melalui tulisan. Maka, menulislah jika ingin berumur jauh lebih panjang,” pesan Ust. Muhammad Naufal Luthfi dalam kegiatan tersebut.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tulisan tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperpanjang usia sebuah gagasan. Melalui tulisan, pemikiran seseorang dapat terus dibaca dan memberikan manfaat kepada generasi setelahnya.

Rangkaian materi yang diberikan dalam Sekolah Kaderisasi Afwaja menunjukkan bahwa kaderisasi tidak hanya berorientasi pada kemampuan berorganisasi, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik, sosial, dan kemasyarakatan.

Ke depan, para peserta berharap Sekolah Kaderisasi Afwaja tidak berhenti sebagai program pada tahun ini saja. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda kaderisasi tahunan yang terus dilaksanakan sebagai ruang belajar dan pengembangan diri bagi para kader Afwaja Center.

Dengan pembekalan yang beragam, SKA diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya memiliki wawasan keislaman, tetapi juga mampu berkomunikasi, memimpin, berorganisasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *