50 Mahasiswa Indonesia Lolos Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko 2026

Salah satu kampus terkenal di Maroko, Foto: Istimewa
Salah satu kampus terkenal di Maroko, Foto: Istimewa

Jakarta (Afwaja) – Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia resmi ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko Tahun 2026. Para penerima beasiswa tersebut akan melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Maroko melalui program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 7651 Tahun 2026 tentang Penetapan Penerima Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko Tahun 2026. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026.

Sebelumnya, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) membuka seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 dengan kuota sebanyak 50 mahasiswa. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak Kerajaan Maroko, termasuk Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) dan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko.

Penerima disebar ke 5 Kota Tujuan Studi

Ke-50 mahasiswa penerima beasiswa akan tersebar di lima kota di Maroko. Sebanyak 21 mahasiswa ditempatkan di Fes, dengan bidang studi Syariah serta Sastra dan Ilmu Humaniora. Selanjutnya, 19 mahasiswa akan menempuh studi bidang Ushuluddin di Tetouan. Sementara itu, 7 mahasiswa akan mengambil bidang Syariah di Agadir.

Dua mahasiswa lainnya akan menempuh studi bidang Ilmu Humaniora dan Sosial di Kenitra, sedangkan satu mahasiswa akan mengambil bidang Sastra dan Ilmu Humaniora di Rabat. Penempatan tersebut mengikuti penerimaan dari Pemerintah Kerajaan Maroko dan bidang studi yang tercantum dalam Letter of Acceptance (LoA) masing-masing penerima.

Distribusi tersebut menunjukkan beragamnya bidang keilmuan yang dapat ditempuh mahasiswa Indonesia melalui program beasiswa ini. Selain bidang keislaman seperti Syariah dan Ushuluddin, tersedia pula kesempatan untuk mendalami Sastra dan Ilmu Humaniora serta Ilmu Humaniora dan Sosial.

Proses Seleksi Ketat Tingkat Nasional

Kesempatan memperoleh beasiswa ini sebelumnya dibuka melalui seleksi nasional. Pendaftaran berlangsung pada 26 Mei hingga 5 Juni 2026, kemudian peserta mengikuti tahapan Computer Based Test (CBT) pada 7 Juni 2026.

Peserta yang dinyatakan lolos CBT kemudian mengikuti tahap wawancara pada 10 Juni 2026. Hasil akhir seleksi pada tahap tersebut dijadwalkan diumumkan pada 12 Juni 2026. Seleksi dilaksanakan melalui Konsorsium Pusat Bahasa PTKI dengan dukungan Kementerian Agama.

Setelah proses seleksi selesai dan penerima memperoleh Letter of Acceptance dari pihak Maroko, Kementerian Agama kemudian menetapkan 50 mahasiswa tersebut secara resmi melalui keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Kemenag Ingatkan Tanggung Jawab Penerima

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suyitno, mengingatkan para penerima agar memanfaatkan kesempatan belajar di Maroko tidak hanya untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga untuk memperluas pengalaman, wawasan, dan jejaring internasional.

Para penerima juga diminta menjaga prestasi akademik sekaligus membawa nama baik Indonesia selama menjalani pendidikan di Maroko. Sebelum keberangkatan, para mahasiswa akan menjalani sejumlah persiapan administratif, termasuk pengurusan paspor, visa pelajar, pemberkasan akademik, dan tiket perjalanan. Kementerian Agama juga menyiapkan pembekalan pra-keberangkatan bagi para penerima.

Dengan ditetapkannya 50 penerima Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko 2026, para mahasiswa Indonesia tersebut kini bersiap memasuki lingkungan akademik baru di berbagai kota di Maroko. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam keilmuan sekaligus memperluas pengalaman akademik dan jaringan internasional.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *