Ciamis (Afwaja) – Fenomena meningkatnya jumlah mahasiswi Indonesia yang melanjutkan studi ke Timur Tengah menunjukkan tren yang semakin kuat dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data yang tersedia, Mesir menjadi tujuan utama dengan jumlah 3.221 mahasiswi, jauh melampaui negara lain seperti Yordania (251), Pakistan (138), hingga Arab Saudi (126). Negara lain seperti Tunisia, Yaman, dan Maroko juga menjadi alternatif, meskipun jumlahnya relatif lebih kecil. Berikut data lengkap
Top Negara Tujuan Mahasiswi Indonesia di Timur Tengah
- Mesir – 3.221 Mahasiswi
- Yordania – 251 Mahasiswi
- Pakistan – 138 Mahasiswi
- Arab Saudi – 126 Mahasiswi
- Tunisia – 123 Mahasiswi
- Yaman – 119 Mahasiswi
- Maroko – 94 Mahasiswi
- Uni Emirat Arab – 43 Mahasiswi
- Libya – 15 Mahasiswi
- Suriah – 7 Mahasiswi
Sumber : Data Resmi Aliansi Keputrian Timur Tengah (AKTA), 25 Maret 2026
Dominasi Mesir tidak terlepas dari daya tarik Universitas Al-Azhar sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling prestisius di dunia. Kampus ini telah lama menjadi magnet bagi pelajar Indonesia, termasuk mahasiswi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pelajar Indonesia di Mesir meningkat signifikan. Per April 2026, jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir diperkirakan meningkat pesat dan berpotensi melebihi 20.000 orang, sebagian besar belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo. Jumlah ini meningkat signifikan dari data tahun 2024 yang berkisar antara 13.000 hingga 15.000 orang.
Kehadiran mahasiswi Indonesia di Al-Azhar juga tidak hanya sekadar jumlah, tetapi turut menorehkan prestasi akademik. kisah mahasiswi Indonesia Bernama Yelly Pitriani yang berpidato dalam bahasa Arab saat wisuda di Al-Azhar dan mendapat sambutan meriah menjadi bukti kualitas mereka di tingkat internasional (detikcom).
Faktor lain yang membuat Mesir unggul adalah sistem beasiswa yang luas serta jaringan komunitas pelajar Indonesia yang kuat. Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa Indonesia mengikuti seleksi masuk Al-Azhar, Ini menunjukkan tingginya minat sekaligus akses yang relatif terbuka.
Sebagai kesimpulan, Mesir—dengan Al-Azhar sebagai pusatnya—menjadi destinasi utama mahasiswi Indonesia di Timur Tengah. Kombinasi antara reputasi akademik, akses beasiswa, serta tradisi keilmuan Islam yang kuat menjadikan negara ini unggul jauh dibandingkan tujuan lainnya. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya minat generasi muda Indonesia untuk menimba ilmu di kancah global, khususnya dalam studi keislaman.
