Kairo (Afwaja) – Afwaja Center menggelar kegiatan Khutbatul Arsy bagi santri baru tahun 2026 yang akan melanjutkan pendidikan di Ma’had Al-Azhar Mesir. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 28 Oktober 2026 bertempat di Rumah Sekretariat Afwaja Center Mesir. Agenda ini menjadi salah satu rangkaian penyambutan sekaligus pembekalan awal bagi para santri sebelum memulai perjalanan pendidikan mereka di Negeri Para Nabi.
Khutbatul Arsy merupakan kegiatan pengenalan lingkungan pendidikan, kelembagaan, serta kehidupan akademik dan sosial bagi santri baru. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai lembaga yang menaungi mereka, sistem pendidikan yang akan dijalani, serta lingkungan tempat mereka menuntut ilmu. Bagi Afwaja Center, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu.
Kegiatan diawali dengan materi pengenalan Afwaja Center yang disampaikan oleh Ustadz Kamil Ali Wardhana. Dalam sesi ini, para santri diperkenalkan dengan latar belakang, visi, serta berbagai program pembinaan yang diselenggarakan Afwaja Center sebagai lembaga pendamping pendidikan pelajar Indonesia di Mesir.
Selanjutnya, Ustadz Muhammad Rizky Ramadhan menyampaikan materi pengenalan Mesir dan Universitas Al-Azhar. Materi tersebut memberikan wawasan kepada para santri mengenai kondisi lingkungan Mesir, tradisi keilmuan, serta kedudukan Universitas Al-Azhar sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia. Pengenalan ini penting agar para santri tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru yang akan mereka hadapi.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Rizky menekankan bahwa keberangkatan ke Mesir bukan sekadar perpindahan tempat untuk melanjutkan pendidikan, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam menuntut ilmu dan membentuk kepribadian.
“Menjadi bagian dari lingkungan pendidikan Al-Azhar merupakan sebuah kesempatan sekaligus amanah. Karena itu, para santri harus mempersiapkan diri dengan baik, menjaga niat dalam menuntut ilmu, serta membiasakan diri untuk disiplin dan bersungguh-sungguh. Jangan hanya berorientasi pada keberangkatan, tetapi pikirkan bagaimana kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh ilmu dan memberikan manfaat di kemudian hari,” ungkapnya.
Agenda berikutnya diisi dengan pengenalan OSAMA (Organisasi Santri Ma’had Afwaja), yakni organisasi yang menjadi wadah bagi para santri Afwaja Center yang menempuh pendidikan di Ma’had Al-Azhar Mesir. Melalui sesi ini, santri baru diperkenalkan dengan lingkungan organisasi, peran, serta pentingnya membangun kebersamaan dan rasa tanggung jawab selama menjadi bagian dari keluarga besar Afwaja Center.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan kelembagaan dan akademik, para santri juga berkesempatan menyimak sharing pengalaman belajar di Mesir yang disampaikan oleh Khansa Dzakiyah. Sesi ini memberikan gambaran langsung mengenai dinamika kehidupan pelajar di Mesir, mulai dari proses adaptasi, pengalaman belajar, hingga berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalani pendidikan.
Melalui penyelenggaraan Khutbatul Arsy 2026, Afwaja Center berharap para santri baru memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, serta pemahaman yang lebih baik sebelum memulai aktivitas pendidikan di Ma’had Al-Azhar Mesir. Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan, Khutbatul Arsy menjadi momentum awal untuk membangun karakter santri yang berilmu, beradab, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian.


