Ciamis – Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia berminat melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu universitas Islam tertua dan terbaik di dunia. Untuk diterima di universitas ini, calon mahasiswa non-Arab diwajibkan mengikuti serangkaian tes kemampuan bahasa Arab awal, yang paling penting adalah ujian Tahdid Mustawa.
Apa Itu Ujian Tahdid Mustawa?
Ujian Tahdid Mustawa adalah tes penentuan tingkat kemampuan bahasa Arab bagi calon mahasiswa non-Arab yang ingin kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir. Ujian ini dirancang untuk mengukur empat aspek utama kemampuan bahasa Arab, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.Hasil ujian ini digunakan untuk menempatkan calon mahasiswa ke kelas Dauroh Lughah, yaitu program intensif bahasa Arab yang disesuaikan dengan level kemampuan mereka. Program ini menjadi tahap persiapan penting sebelum memulai perkuliahan resmi di Al-Azhar.
Tujuan dan Fungsi Ujian Tahdid Mustawa
Menentukan level kemampuan bahasa Arab: Mulai dari tingkat pemula (Mubtadi’ Awal) hingga tingkat mahir (Mutamayyiz).Penempatan kelas: Hasil tes menentukan kelas Dauroh Lughah yang paling sesuai sehingga pembelajaran bahasa Arab bisa lebih efektif.Persiapan akademik: Menjamin calon mahasiswa memiliki kemampuan bahasa Arab dasar yang cukup agar sukses mengikuti perkuliahan di Al-Azhar.
Perlunya Persiapan Melalui Karantina Pembekalan
Untuk menghadapi ujian Tahdid Mustawa dengan baik, calon mahasiswa disarankan untuk mengikuti karantina pembekalan khusus. Di Afwaja Center, karantina ini diadakan di Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif, Ciamis. Para peserta karantina mendapatkan bimbingan langsung dari alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang berpengalaman.Karantina ini bertujuan membantu calon mahasiswa memahami dan menguasai materi ujian dengan lebih baik. Selain belajar secara intensif, peserta juga dapat berdiskusi dan saling membantu sehingga proses persiapan menjadi efektif dan menyenangkan.Pendapat dari Direktur Pendidikan Afwaja Center
Ustadz Zaenal, Direktur Pendidikan Afwaja Center, menegaskan pentingnya karantina bagi calon mahasiswa. Ia menyatakan,
“Ujian Tahdid Mustawa menentukan level kemampuan bahasa Arab calon mahasiswa sehingga persiapan matang sangat dibutuhkan. Dengan mengikuti karantina secara serius, peserta dapat meningkatkan peluang untuk lulus ujian dan langsung mengikuti Dauroh Ta’hiliyah sebelum ujian Hadatsah Mu’adalah.”
Mengikuti karantina pembekalan sebelum ujian Tahdid Mustawa sangat krusial bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di Universitas Al-Azhar Mesir. Karantina membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri secara optimal, meningkatkan kemampuan bahasa Arab, dan membangun semangat belajar bersama. Dengan persiapan yang baik, calon mahasiswa bisa menghadapi ujian dengan percaya diri dan menapaki tahap awal perkuliahan dengan lancar.


