Ciamis – Ujian Hadatsah Mu’adalah Gelombang 2 yang telah terselenggara di Aula MAN 1 Darussalam, Ciamis, memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Sebanyak 84 calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ujian ini dengan satu tekad dan tujuan: menuntut ilmu agama di Universitas Al-Azhar, Mesir — pusat studi Islam dunia.
Ujian ini dilaksanakan setelah para calon mahasiswa baru (camaba) mengikuti Dauroh Ta’hiliyah selama 40 hari secara daring bersama para masyayikh dari Al-Azhar. Materi yang diajarkan selama Dauroh inilah yang kemudian diujikan dalam Ujian Hadatsah Mu’adalah.
Chandra Nurpadilah selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan ujian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan acara tidak lepas dari dukungan banyak pihak.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh tim Afwaja Center yang turut menyukseskan acara ini. Tanpa peran kalian semua, acara ini tak akan terselenggara dengan sukses,” ungkapnya.
Ia melanjutkan bahwa membantu terselenggaranya ujian ini adalah tugas mulia.
“Ini adalah tugas mulia—membantu proses ujian calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir, yang kelak akan menjadi ulama dan pemimpin bangsa. Kesuksesan acara ini adalah kesuksesan kita bersama,” tambahnya.
Beberapa camaba juga menyampaikan kesan dan pesan mereka selama mengikuti rangkaian ujian.
Husein Alfaruq, camaba asal Sumenep, Madura, mengatakan:
“Alhamdulillah, hari ini kami telah melaksanakan Ujian Hadatsah Mu’adalah. Saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Afwaja Center. Selama kurang lebih tiga bulan—bahkan ada yang dua bulan—kami mengikuti karantina. Alhamdulillah, kami dibekali banyak ilmu sebagai persiapan menghadapi ujian ini. Semuanya sangat membantu.”
Nurul, camaba asal Ciamis, juga menyampaikan hal serupa dan mengaku sangat terbantu dengan adanya program pembekalan sebelum ujian.

