Sambutan Kyai Suyono di Pembukaan Ujian Tahdid Mustawa

Ciamis — Suasana khidmat menyelimuti aula Pondok Pesantren Darussalam Ciamis pada pelaksanaan Ujian Tahdid Mustawa yang diselenggarakan Afwaja Center minggu lalu. Sebanyak 19 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hadir dengan satu tujuan besar: menembus seleksi dan menjadi bagian dari para penuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir.
Di antara para peserta yang penuh semangat itu, hadir sosok yang sangat dihormati, Kyai Suyono, pembina Afwaja Center Mesir–Indonesia sekaligus tokoh penting dalam dunia pendidikan pesantren di Ciamis. Pengalaman beliau yang panjang—dari nyantri di berbagai pesantren ternama hingga mengajar di Darussalam, Darul Maarif, dan beberapa majelis ilmu—menjadikan kehadirannya begitu dinantikan.

Pesan Mendalam tentang Keikhlasan Menuntut Ilmu

Dalam sambutan pembukaannya, Kyai Suyono menyampaikan pesan yang menyejukkan namun penuh makna. Beliau mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu bukan sekadar proses intelektual, melainkan ibadah panjang yang menuntut keteguhan niat dan keikhlasan hati.
“Ilmu itu akan datang kepada hati yang lapang dan niat yang bersih. Jika niat kalian lurus, Allah akan mudahkan langkah-langkah kalian.”
Beliau juga menceritakan atmosfer keilmuan di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar, yang sudah berabad-abad menjadi pusat rujukan ilmu Islam dunia.

Tentang Al-Azhar Mesir

Sebagai salah satu universitas Islam tertua di dunia, Al-Azhar Mesir telah berdiri sejak abad ke-10 dan menjadi pusat perkembangan ilmu syariah, bahasa Arab, hadis, fikih, hingga filsafat Islam. Para masyayikh Al-Azhar dikenal dengan keluhuran akhlak, keikhlasan dalam mengajar, serta keluasan ilmu yang tidak tertandingi.
Kyai Suyono menggambarkan suasana keilmuan di sana sebagai sesuatu yang hidup dan menyala:
“Di Al-Azhar, kalian bukan hanya belajar dari buku, tapi dari akhlak guru-gurunya. Setiap masyayikh adalah teladan. Datanglah dengan hati yang siap menerima cahaya ilmu.”
Beliau juga mengingatkan para peserta bahwa hidup sebagai mahasiswa di Mesir bukan semata-mata tentang berhasil kuliah atau lulus ujian, melainkan tentang menempa diri menjadi pribadi yang matang—secara ilmiah, spiritual, dan sosial.

Harapan untuk Para Peserta Ujian

Sebelum menutup sambutannya, Kyai Suyono memberikan nasihat yang menjadi penegas tujuan besar pendidikan:
“Jaga niat kalian. Datanglah untuk mencari ridha Allah. Jika kelak Allah izinkan kalian belajar di Al-Azhar, kembalilah ke tanah air membawa ilmu dan manfaat untuk umat.”
Menurut beliau, kesuksesan seorang penuntut ilmu bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh keteguhan niat, kesabaran, dan keistiqamahan.

Ujian Tahdid Mustawa ini menjadi tahap penting bagi para peserta dalam menentukan kemampuan bahasa Arab dan kesiapan akademik mereka sebelum berangkat ke Mesir. Afwaja Center berkomitmen membantu mereka melalui pembinaan intensif, pendampingan spiritual, serta arahan dari para pembimbing seperti Kyai Suyono.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *