Perjalanan Menginspirasi Muhammad Arindra: Dari Tahdid Mustawa hingga Sekarang Menjadi Mahasiswa Al-Azhar di Kairo

arindra saat menikmati pemandangan di Kairo Mesir, Foto: @Arindra
arindra saat menikmati pemandangan di Kairo Mesir, Foto: @Arindra

Kairo – Perjalanan Muhammad Arindra, pemuda asal Riau yang kini resmi menjadi mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir, bukanlah perjalanan singkat. Ia melewati proses panjang yang penuh tantangan—mulai dari meninggalkan bangku kuliahnya di Indonesia, mengikuti karantina persiapan, menjalani ujian masuk, hingga akhirnya menjejakkan kaki di Kairo dan merasakan indahnya belajar di salah satu pusat studi Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.

Semua bermula ketika Arindra memutuskan bahwa Al-Azhar adalah jalan terbaik untuk masa depannya. Ia sadar bahwa banyak rintangan yang harus dihadapi, namun tekadnya lebih besar dari ketakutannya. Dengan penuh keyakinan, ia mengikuti program karantina bersama Afwaja Center, sebuah proses intensif yang membekali para calon mahasiswa dengan ilmu nahwu, shorof, balaghah, ma’ani, serta dasar-dasar bahasa Arab lainnya.

“Kami benar-benar ditempa dari awal. Mulai dari kosakata dasar sampai pembahasan mendalam. Rasanya seperti dipersiapkan bukan hanya untuk ujian, tapi untuk kehidupan sebagai penuntut ilmu,” tutur Arindra pada saat selesai mengikuti ujian Tahdid Mustawa.

Ujian tersebut menjadi puncak dari seluruh proses karantina. Degup jantung, doa yang tak putus, serta harapan besar tergambar jelas dalam wajah para peserta, termasuk Arindra. Setelah kembali ke kampung halaman, masa penantian menjadi fase yang paling menegangkan — menunggu pengumuman hasil ujian.

Dan akhirnya, kabar bahagia itu datang. Arindra dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan tahap selanjutnya hingga akhirnya mendapatkan kesempatan berangkat ke Mesir.

Menginjakkan Kaki di Kairo: Awal Perjalanan Baru

Ketika pesawatnya mendarat di Bandara Kairo, Arindra merasakan campuran perasaan haru, bangga, dan tidak percaya. Negeri yang selama ini hanya ia lihat melalui foto dan cerita guru kini berada tepat di hadapannya. Suasana Kairo yang khas — bangunan tua bersejarah, hiruk-pikuk kota, aroma kuliner Timur Tengah — menjadi sambutan pertama untuk babak hidup barunya.

Masuk ke lingkungan Universitas Al-Azhar, Arindra semakin tersadar bahwa keputusannya meninggalkan kuliah sebelumnya bukanlah langkah sia-sia. Ia kini berada di jantung ilmu-ilmu keislaman, tempat para ulama besar menimba ilmu selama berabad-abad.

Hari-Hari Belajar di Al-Azhar

Kini sebagai mahasiswa Al-Azhar Kairo, Arindra mulai menjalani rutinitas yang selama ini hanya ia impikan. Ia belajar langsung dari para masyayikh, menghadiri halaqah-halaqah ilmu, mendalami kitab-kitab turats, dan merasakan atmosfer keilmuan yang begitu kuat.

“Belajar di Al-Azhar rasanya berbeda. Setiap hari seperti mendapatkan energi baru. Lingkungannya mendorong kita untuk terus membaca, mengkaji, dan memperdalam agama,” ungkapnya dalam salah satu kesempatan berbagi cerita kepada Afwaja Center.

Selain belajar, Arindra juga menikmati kehidupan baru di Kairo: berbaur dengan mahasiswa dari berbagai negara, merasakan kuliner khas Mesir, hingga menjelajahi keindahan sejarah kota, dari masjid-masjid tua hingga perpustakaan klasik.

Perjalanan Baru yang Baru Dimulai

Dari ruang karantina Afwaja Center di Indonesia hingga ruang-ruang kuliah Universitas Al-Azhar di Kairo, perjalanan Arindra membuktikan bahwa tekad dan kesungguhan mampu mengantarkan seseorang mencapai apa yang dulu hanya sekadar cita-cita. Kini ia bukan lagi calon mahasiswa dengan mimpi besar. Ia telah menjadi bagian dari keluarga besar Al-Azhar. Dan perjalanan panjangnya sebagai penuntut ilmu di bumi para ulama baru saja dimulai.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *