Ciamis – Universitas Al-Azhar Kairo Mesir menjadi salah satu kampus tujuan utama bagi pelajar Indonesia yang ingin memperdalam ilmu agama Islam. Kampus tertua di dunia Islam ini dikenal memiliki reputasi global dan melahirkan banyak tokoh besar yang berkontribusi bagi perkembangan keislaman di Indonesia. Sebut saja Prof. Dr. Quraish Shihab, Ustadz Abdul Somad, hingga Ustadz Hanan Attaki, yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar.
Al-Azhar sering diibaratkan sebagai bahtera lautan ilmu Islam yang menaungi umat Muslim dari seluruh penjuru dunia. Tidak mengherankan jika setiap tahun ribuan pelajar Indonesia berlomba-lomba untuk dapat lulus seleksi masuk universitas prestisius ini. Namun, ujian masuk Al-Azhar bukanlah hal yang mudah dan memerlukan persiapan matang. Berikut beberapa kiat sukses yang dapat dilakukan agar peluang lulus semakin besar.
1. Menguasai Bahasa Arab dengan Baik
Bahasa Arab merupakan kunci utama untuk dapat diterima dan bertahan di Universitas Al-Azhar. Mesir menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, termasuk dalam proses perkuliahan. Seluruh mata kuliah, diskusi ilmiah, hingga ujian disampaikan dalam bahasa Arab.
Selain itu, sebagian besar rujukan pembelajaran menggunakan kitab-kitab turats (klasik) berbahasa Arab tanpa harakat. Oleh karena itu, calon mahasiswa Al-Azhar dituntut tidak hanya mampu berbicara bahasa Arab, tetapi juga memahami tata bahasa (nahwu dan sharaf), membaca kitab, serta menulis dengan baik. Semakin kuat kemampuan bahasa Arab, semakin besar peluang lulus ujian dan sukses dalam studi.
2. Menghafal Al-Qur’an
Menghafal Al-Qur’an menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam seleksi masuk Universitas Al-Azhar. Banyak materi ujian yang berkaitan erat dengan pemahaman Al-Qur’an, baik dari segi hafalan, tajwid, maupun makna ayat.
Selain membantu dalam ujian, hafalan Al-Qur’an juga menjadi bekal spiritual yang sangat berharga selama menuntut ilmu. Mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an umumnya lebih mudah memahami pelajaran dan memiliki kedekatan ruhani yang kuat dengan ilmu yang dipelajarinya.
3. Mengikuti Bimbingan Belajar atau Persiapan Khusus
Mengikuti bimbingan belajar (bimbel) khusus Al-Azhar dapat membantu calon mahasiswa memahami pola dan materi ujian. Bimbel biasanya menyediakan latihan soal, simulasi ujian, serta pendampingan bahasa Arab intensif yang sesuai dengan standar Al-Azhar.
Dengan bimbingan yang tepat, calon mahasiswa akan lebih siap secara akademik dan mental. Selain itu, bimbel juga sering memberikan informasi terbaru seputar sistem seleksi, sehingga peserta tidak tertinggal informasi penting.
Memperkuat Doa dan Meminta Restu Orang Tua
Usaha lahiriah harus selalu diiringi dengan usaha batiniah. Berdoa kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menuntut ilmu merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Selain itu, restu orang tua memiliki peran besar dalam kesuksesan seorang anak.
Ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua. Oleh karena itu, mintalah doa dan dukungan mereka agar perjalanan menuju Al-Azhar diberikan kelancaran dan keberkahan.
Lulus ujian masuk Universitas Al-Azhar Kairo Mesir bukanlah hal yang mustahil jika dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Penguasaan bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, mengikuti bimbingan belajar, serta doa dan restu orang tua merupakan kunci utama kesuksesan.
Dengan niat yang ikhlas dan persiapan yang matang, insyaAllah impian untuk menimba ilmu di Al-Azhar sebagai pusat peradaban dan keilmuan Islam dunia dapat terwujud. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi para calon penuntut ilmu. Aamiin.


