Ciamis – Nadia, salah satu peserta asal Sukabumi, mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti ujian:
“Universitas Al-Azhar adalah salah satu kampus Islam tertua dan paling terkenal. Ujian Tahdid Mustawa menurut saya seru, menyenangkan, tapi juga bikin deg-degan,” katanya dengan penuh semangat.
Ujian Tahdid Mustawa yang baru saja digelar di berbagai wilayah di Indonesia meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Ujian ini merupakan tahapan awal yang harus dilalui sebelum keberangkatan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Lebih dari sekadar proses akademik, ujian ini menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan emosional bagi calon mahasiswa yang memimpikan menimba ilmu di lembaga Islam tertua di dunia.
Ratusan peserta hadir dari berbagai penjuru tanah air—seperti Sukabumi, Bekasi, Bogor, hingga Lombok—untuk mengikuti ujian yang tersebar di sejumlah titik pelaksanaan, di antaranya Ciamis, Jakarta, Kediri, dan Lombok. Sebagian besar peserta merupakan santri yang telah menjalani program karantina intensif di Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif, Ciamis, yang diasuh langsung oleh para alumni Universitas Al-Azhar.
Selama masa karantina, para santri tak hanya mendapatkan bekal akademik, tetapi juga ditempa secara mental dan spiritual. Karantina ini menjadi wadah pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai kebersamaan, dan penyemangat perjuangan menghadapi seleksi ketat untuk meraih tempat di Al-Azhar – universitas yang telah melahirkan ribuan ulama besar dunia.
Sementara itu, Haikal Adha dari Bekasi, yang berasal dari Afwaja Center, memiliki motivasi kuat untuk menuntut ilmu di Al-Azhar:
“Saya ingin kuliah di Al-Azhar karena sejarah panjang dan besarnya pengaruh ulama-ulama di sana. Ujiannya ramai, menyenangkan, tapi juga menantang karena materinya sulit. Tapi ingat, jangan malas! ‘Ijhad wala taksal wa la takun ghofilan’ – berjuanglah, jangan malas, dan jangan lalai!”
Berbeda lagi dengan Muhammad Rizky dari Bogor yang menyampaikan motivasinya dengan singkat namun dalam:
“Saya ingin melanjutkan estafet dakwah Rasulullah SAW di Al-Azhar. Ujiannya sangat menyenangkan. Untuk teman-teman, banyak-banyaklah mutolaah.”
Meskipun Tahdid Mustawa hanyalah satu dari beberapa tahap dalam proses menuju Universitas Al-Azhar—termasuk persiapan berkas, keberangkatan, dan adaptasi di Mesir—momen ini telah menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para peserta. Semangat, dedikasi, dan impian mereka menggambarkan tekad generasi muda Indonesia yang ingin belajar di pusat-pusat keilmuan Islam dunia.
Ujian ini bukan hanya soal lolos atau tidaknya seseorang, tetapi menjadi cerminan dari cita-cita besar untuk berkontribusi dalam dakwah dan pendidikan Islam di tanah air. Para peserta membawa harapan tidak hanya untuk masa depan mereka sendiri, tetapi juga untuk kejayaan umat Islam melalui ilmu dan akhlak.
Semoga Allah memudahkan langkah-langkah mereka, menjadikan mereka istiqamah di jalan ilmu, dan kelak menghadirkan ulama-ulama muda Indonesia yang berilmu tinggi dan berakhlak mulia.
