Ciamis – Salah satu calon mahasiswa baru (Camaba) Universitas Al-Azhar asal Jakarta, Taqiyya Shafarani, saat ini tengah mengikuti program Dauroh Ta’hiliyah di Ciamis sebagai persiapan menghadapi Ujian Hadatsah Mu’adalah yang akan digelar dalam waktu dekat. Sebelumnya, Taqiyya telah melewati Ujian Tahdid Mustawa dengan hasil memuaskan dan berhasil melaju ke tahap selanjutnya.
Dalam wawancara singkat, Taqiyya membagikan pengalamannya selama mengikuti program dauroh:
“Selama mengikuti Dauroh Ta’hiliyah, saya mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Latar Belakang Pendidikan
Taqiyya adalah alumni Pondok Pesantren Sains Salman Assalam, Sumber, Cirebon. Di pesantren tersebut, ia tak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mempelajari ilmu sains dan bahasa. Kombinasi kurikulum umum dan agama inilah yang membentuk kepribadian akademik Taqiyya sebagai santri yang unggul dan seimbang.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di pesantren, Taqiyya memantapkan tekad untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Pilihannya jatuh pada Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan terkemuka di dunia.
“Saya ingin memperdalam ilmu agama di Universitas Al-Azhar dan menambah pengalaman hidup yang baru. Saya juga ingin membanggakan banyak orang, terutama kedua orang tua saya, dan menjadi mahasiswa yang berprestasi serta rajin belajar,” ungkapnya.
Prestasi Cemerlang di Bidang Hadis
Bukan tanpa alasan Taqiyya menaruh minat besar pada Universitas Al-Azhar. Sejak di pesantren, ia telah menunjukkan ketertarikan dan kemampuan luar biasa dalam bidang hadis. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan Musabaqah Hifdzul Hadits (MHH) dan menorehkan prestasi yang membanggakan, di antaranya:
- Juara 1 MHH 500 Hadis Tanpa Sanad (2022)
- Juara 2 MHH 500 Hadis Tanpa Sanad (2023)
- Juara 1 MHH 500 Hadis Tanpa Sanad (2024)
Kemampuan Taqiyya dalam menghafal dan memahami hadis menjadikannya salah satu peserta yang paling menonjol dalam program ini. Ia tak hanya memiliki minat, tetapi juga keunggulan nyata dalam bidang tersebut.
Dengan semangat, tekad, dan prestasi yang ia miliki, Taqiyya Shafarani diyakini mampu meraih impiannya menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, serta menjadi generasi muda yang membawa cahaya keilmuan dan keteladanan bagi masyarakat Indonesia.