Ciamis – Afwaja Center tengah menggelar program karantina intensif bagi para calon pelajar Ma’had Al-Azhar dan calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Cibangkonol, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 99 peserta mengikuti program ini dengan penuh antusias dari pagi hingga malam hari, fokus pada pembelajaran Bahasa Arab serta materi-materi yang akan diujikan dalam waktu dekat.
Belajar di Lingkungan Asri dan Menyejukkan
Lokasi karantina yang berada di pedesaan membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan kondusif. Desa Kertaharja, yang berjarak cukup jauh dari pusat kota, menawarkan suasana alam yang asri dan udara yang sejuk. Dikelilingi pepohonan rindang dan kebun hijau, lingkungan ini memberikan atmosfer tenang yang sangat mendukung kegiatan belajar para santri.
Tak hanya udaranya yang bersih dan segar, masyarakat sekitar juga dikenal sangat ramah. Warga asli Sunda di lingkungan tersebut menyambut hangat kehadiran para santri yang setiap harinya memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dan berdzikir. Hal ini menciptakan suasana religius yang menenangkan, tidak hanya bagi peserta karantina, tetapi juga bagi warga setempat.
“Di lingkungan Kertaharja, rumah-rumah warga memang berjauhan dan dipisahkan oleh pepohonan serta kebun. Ini sangat mendukung suasana belajar para santri—menghafal Al-Qur’an dan mufrodat Bahasa Arab sambil menikmati udara sejuk dan alami,” jelas Ustadz Alif, bagian Humas Afwaja Center.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pihak Afwaja Center aktif berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, mulai dari RT, RW hingga kelurahan. Respon yang diterima pun sangat positif. Masyarakat mendukung penuh program ini dan merasa senang bisa menjadi bagian dari proses pendidikan calon pelajar Al-Azhar.
Belajar Agama dalam Harmoni Alam
Kehadiran karantina di Kertaharja bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang spiritual yang menyatu dengan alam. Para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung ketenangan dan keindahan alam sebagai bagian dari perjalanan menuntut ilmu.
Kombinasi antara suasana alam yang damai dan metode pembelajaran intensif diharapkan mampu meningkatkan fokus dan prestasi belajar para peserta. Tak heran, banyak dari mereka yang merasa betah dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Karantina ini menjadi bukti bahwa belajar agama bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan menenangkan. Di tengah hiruk pikuk dunia modern, Desa Kertaharja hadir sebagai oase ilmu yang penuh berkah.

