Kairo (Afwaja) – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Takrim Rumah Mahasiswa Afwaja (RMA) yang digelar pada Selasa (28/7) di Markaz Tathwir Ta’lim Ath-Thalib Al-Wafidin, Madinatu Al-Bu’uts, Kairo. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada para mahasiswa binaan Rumah Mahasiswa Afwaja yang telah menyelesaikan satu tahun pembinaan sekaligus menempuh tahun pertama studi di Universitas Al-Azhar Mesir.
Acara tersebut dihadiri oleh para masyayikh Al-Azhar, pimpinan Afwaja Center Mesir, para musyrif, pengurus Rumah Mahasiswa Afwaja, serta seluruh mahasiswa yang menjadi peserta takrim.
Takrim RMA bukan sekadar seremoni kelulusan pembinaan, melainkan momentum untuk mengapresiasi proses panjang yang telah dilalui para mahasiswa sejak keberangkatan mereka dari Indonesia hingga berhasil beradaptasi dengan sistem pendidikan Al-Azhar.
Selama mengikuti pembinaan di Rumah Mahasiswa Afwaja, para mahasiswa secara rutin menyetorkan hafalan Al-Qur’an, mempelajari kitab-kitab turats, melakukan murojaah, serta mengikuti pendalaman materi-materi perkuliahan Universitas Al-Azhar. Pembinaan tersebut menjadi bekal penting agar para mahasiswa mampu mengikuti ritme belajar di kampus tertua di dunia Islam itu dengan baik.
Bagi para peserta, acara takrim ini juga menjadi momen refleksi atas perjalanan yang telah mereka lalui bersama. Dimulai dari masa karantina di Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif Ciamis, mengikuti Ujian Tahdid Mustawa, melanjutkan Dauroh Ta’hiliyyah, menghadapi Ujian Hadatsah Mu’adalah, hingga akhirnya resmi menjadi mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir. Tanpa terasa, perjalanan tersebut kini telah memasuki tahun pertama perkuliahan.
Salah seorang peserta, Rasya, yang akrab disapa Ica, mahasiswa asal Palembang, mengaku bahagia dapat mengikuti Takrim Rumah Mahasiswa Afwaja. Baginya, kegiatan ini menjadi pengingat atas perjuangan panjang yang telah ia tempuh hingga dapat belajar di Universitas Al-Azhar.
“Saya tidak menyangka sudah sampai sejauh ini bisa belajar di Universitas Al-Azhar, kampus Islam terbaik di dunia. Saya mendapatkan banyak sekali manfaat selama mengikuti pembinaan di RMA, mulai dari keteladanan para syekh hingga dukungan teman-teman yang selalu membantu saya dalam belajar, baik di RMA maupun di Al-Azhar,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Rocky, salah seorang mahasiswa binaan Afwaja Center, juga mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas perjalanan yang telah ia lalui. Beberapa waktu lalu, Rocky bahkan membagikan kisah perjuangannya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan bagaimana impiannya menempuh pendidikan di Al-Azhar akhirnya terwujud berkat doa dan perjuangan kedua orang tuanya.
Bagi Rocky, dapat belajar di Al-Azhar bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk bakti kepada orang tua yang selama ini telah berjuang mengantarkannya meraih cita-cita.
Pelaksanaan Takrim Rumah Mahasiswa Afwaja diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh mahasiswa binaan untuk terus meningkatkan semangat belajar, menjaga adab kepada guru, memperkuat hafalan, serta memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu di Al-Azhar sebaik-baiknya.
Lebih dari sekadar sebuah acara wisuda, Takrim Rumah Mahasiswa Afwaja menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian lahir dari proses yang panjang, penuh kesabaran, disiplin, dan doa. Semoga para mahasiswa binaan Afwaja Center terus istiqamah menuntut ilmu, menjadi lulusan Al-Azhar yang berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan umat.


