Ciamis (Afwaja) – Nama Syekh Dr. Ali Gomaa merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia Islam kontemporer. Sebagai ulama Al-Azhar, mantan Mufti Agung Mesir, sekaligus pakar usul fikih, beliau dikenal luas karena keluasan ilmunya, sikap moderat, serta komitmennya dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Lahir di Provinsi Beni Suef, Mesir, pada 3 Maret 1952, Ali Gomaa tumbuh dalam lingkungan yang mencintai ilmu agama. Sejak usia muda ia telah menghafal Al-Qur’an dan mendalami berbagai disiplin ilmu syariat. Ketertarikannya terhadap ilmu pengetahuan membuatnya menempuh pendidikan di dua bidang sekaligus. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Perdagangan Universitas Ain Shams, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar hingga meraih gelar sarjana, magister, dan doktor dalam bidang Ushul Fikih dengan predikat tertinggi.
Karier akademiknya berkembang pesat di lingkungan Al-Azhar. Sebelum menjabat sebagai Mufti Agung Mesir, beliau mengajar sebagai profesor Ushul Fikih dan menjadi salah satu rujukan utama dalam kajian metodologi hukum Islam. Kepakarannya tidak hanya diakui di Mesir, tetapi juga oleh berbagai lembaga pendidikan Islam di dunia.
Pada tahun 2003, Ali Gomaa dipercaya mengemban amanah sebagai Mufti Agung Mesir ke-18. Selama hampir sepuluh tahun menjabat, ia memimpin Dar al-Ifta al-Misriyyah, lembaga resmi yang bertugas mengeluarkan fatwa bagi masyarakat Mesir. Di bawah kepemimpinannya, Dar al-Ifta memperluas pemanfaatan teknologi informasi, meningkatkan kualitas layanan fatwa, serta memperkuat penyebaran pemahaman Islam yang moderat dan toleran.
Dalam bidang keilmuan, Syekh Ali Gomaa dikenal sebagai ulama yang mengikuti mazhab Syafi’i dalam fikih dan mazhab Asy’ari dalam akidah. Beliau juga memiliki perhatian besar terhadap pendidikan tasawuf sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan akhlak. Perpaduan antara fikih, akidah, dan tasawuf inilah yang menjadikan pendekatan dakwahnya dikenal seimbang dan komprehensif.
Selain aktif mengajar dan memberikan fatwa, beliau telah menghasilkan puluhan karya ilmiah dalam bidang usul fikih, maqashid syariah, hadis, akhlak, dan pemikiran Islam. Ceramah, buku, dan kajiannya banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa serta menjadi rujukan mahasiswa dan peneliti di berbagai negara.
Konsistensinya dalam menyuarakan moderasi Islam menjadikan Syekh Ali Gomaa sering terlibat dalam dialog antaragama dan forum internasional. Ia menekankan pentingnya toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta penolakan terhadap segala bentuk ekstremisme yang mengatasnamakan agama. Karena kontribusinya tersebut, namanya berkali-kali masuk dalam daftar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.
Pada tahun 2016, Syekh Ali Gomaa selamat dari percobaan pembunuhan ketika hendak menuju sebuah masjid untuk menunaikan salat Jumat. Insiden tersebut tidak menghentikan aktivitas dakwah dan pengabdiannya. Hingga kini, beliau tetap aktif memberikan pengajian, membimbing para penuntut ilmu, serta menjadi anggota Hai’ah Kibar Ulama Al-Azhar, dewan ulama tertinggi di lingkungan Al-Azhar.
Bagi dunia Islam, Syekh Dr. Ali Gomaa merupakan representasi ulama Al-Azhar yang memadukan kedalaman tradisi keilmuan klasik dengan kemampuan menjawab tantangan zaman. Melalui karya, fatwa, dan aktivitas akademiknya, beliau terus menginspirasi lahirnya generasi Muslim yang berilmu, moderat, dan berakhlak mulia.


