Ciamis (Afwaja) – Penasihat Grand Syekh Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Nahla Shobry As-Sa’idy, kembali melakukan kunjungan dakwah dan akademik ke Indonesia. Dalam rangkaian lawatannya, beliau menghadiri berbagai seminar, kuliah umum, dan pertemuan ilmiah di sejumlah daerah untuk menyampaikan pandangan Islam mengenai perempuan, pendidikan, keluarga, serta peran strategis perempuan dalam membangun peradaban.
Prof. Dr. Nahla merupakan salah satu ulama perempuan terkemuka di Mesir. Selain menjabat sebagai Penasihat Grand Syekh Al-Azhar, beliau juga dikenal sebagai akademisi Al-Azhar yang aktif dalam bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan pemikiran Islam moderat. Melalui ceramah, karya tulis, dan forum-forum internasional, beliau konsisten menyampaikan pesan tentang pentingnya memuliakan perempuan sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Pada Sabtu, 25 Juli 2026, Prof. Dr. Nahla hadir dalam Seminar Internasional di kawasan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungannya di Indonesia dan dihadiri oleh ribuan santri, pelajar, serta masyarakat yang antusias mendengarkan pemaparan beliau mengenai kedudukan perempuan dalam Islam. Agenda seminar internasional tersebut juga tercatat dalam agenda resmi Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
Dalam kuliah umumnya, Prof. Dr. Nahla menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun masyarakat.
“Perempuan itu bukan hanya seorang ibu rumah tangga, tetapi juga pembentuk generasi. Perempuan membangun peradaban manusia dan membentuk karakter masyarakat. Dari tangan perempuan lahir pendidikan adab, akhlak, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi sebuah bangsa.”
Beliau juga menekankan bahwa Islam memandang laki-laki dan perempuan sebagai dua unsur yang saling melengkapi, bukan saling mendominasi.
“Perempuan tidak akan sempurna tanpa laki-laki, demikian pula laki-laki tidak akan sempurna tanpa perempuan. Allah menciptakan keduanya untuk saling melengkapi, bekerja sama, dan membangun kehidupan yang harmonis.”
Menurut beliau, kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan perempuan. Ketika perempuan memperoleh pendidikan yang baik, maka lahirlah keluarga yang kuat, generasi yang berakhlak mulia, dan masyarakat yang berperadaban.
Selain aktif menyampaikan kuliah umum di berbagai negara, Prof. Dr. Nahla juga dikenal sebagai penulis produktif. Beberapa gagasan beliau telah dituangkan dalam berbagai buku yang membahas perempuan, keluarga, pendidikan, serta nilai-nilai Islam moderat. Di Indonesia, beberapa karya beliau telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, di antaranya Wanita Pejuang Tangguh dan Surat Kecil dari Al-Azhar untuk Perempuan Dunia, yang berisi pesan-pesan inspiratif mengenai kemuliaan perempuan dalam perspektif Islam.
Kunjungan Prof. Dr. Nahla ke Indonesia menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan keilmuan antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar Mesir. Melalui berbagai forum ilmiah tersebut, beliau mengajak umat Islam, khususnya kaum perempuan, untuk terus meningkatkan kualitas ilmu, akhlak, dan kontribusi nyata dalam membangun keluarga, masyarakat, serta peradaban Islam yang maju dan berkeadaban.


