Sosok Dr. Nahla, Penasihat Grand Syekh yang Menulis Banyak Buku

Dr. Nahla Al-Saidy, Penasihat Grand Syekh Al-Azhar Mesir Bid. Pelajar Internasional
Dr. Nahla Al-Saidy, Penasihat Grand Syekh Al-Azhar Mesir Bid. Pelajar Internasional

Ciamis (Afwaja) – Nama Prof. Dr. Nahla Shabry Al Saidi semakin dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sosok akademisi perempuan Al-Azhar ini tidak hanya dikenal sebagai Penasihat Grand Syekh Al-Azhar, tetapi juga sebagai ulama, dosen, penulis, dan pemikir yang telah melahirkan banyak karya ilmiah dalam berbagai disiplin keislaman.

Di tengah kesibukannya sebagai akademisi dan tokoh pendidikan, Dr. Nahla tetap produktif menulis. Puluhan buku, risalah ilmiah, dan makalah akademik telah lahir dari buah pemikirannya. Karya-karya tersebut banyak membahas persoalan fikih kontemporer, studi Al-Qur’an, perempuan dalam Islam, keluarga, pendidikan, hingga isu-isu kemasyarakatan yang berkembang di era modern.

Produktivitas beliau dalam dunia kepenulisan menjadikan Prof. Dr. Nahla sebagai salah satu intelektual perempuan Al-Azhar yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan khazanah keilmuan Islam kontemporer. Tulisan-tulisannya tidak hanya menjadi rujukan di lingkungan akademik Al-Azhar, tetapi juga dikaji oleh para mahasiswa, peneliti, dan masyarakat luas. Melalui karya-karyanya, beliau berupaya menjembatani warisan keilmuan Islam klasik dengan tantangan kehidupan modern, khususnya dalam isu-isu perempuan, keluarga, pendidikan, dan pembangunan peradaban.

Di antara karya beliau yang cukup dikenal adalah Ilā Rabbāt al-‘Uqūl (إلى ربات العقول), sebuah buku yang memuat refleksi dan pemikiran mendalam mengenai pentingnya perempuan sebagai penggerak peradaban melalui ilmu, akhlak, dan keteladanan. Buku tersebut mengajak para pembaca untuk membangun masyarakat yang kokoh dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

Pemikiran Prof. Dr. Nahla kini juga semakin dekat dengan masyarakat Indonesia melalui hadirnya karya-karya beliau dalam bahasa Indonesia. Dua di antaranya adalah Wanita Pejuang Tangguh dan Surat Kecil dari Al-Azhar untuk Perempuan Dunia. Kedua buku tersebut merupakan terjemahan dari gagasan-gagasan beliau yang membahas peran perempuan dalam Islam, pendidikan, keluarga, kepemimpinan, serta berbagai tantangan yang dihadapi Muslimah di era modern. Melalui bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, kedua buku ini menghadirkan perspektif Al-Azhar yang moderat sekaligus menjadi inspirasi bagi para pembaca Indonesia, khususnya kaum perempuan, untuk terus menuntut ilmu, berkarya, dan berkontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Sebagai salah satu tokoh perempuan terkemuka di Al-Azhar, Dr. Nahla dikenal memiliki pendekatan ilmiah yang moderat dan berpegang teguh pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah. Dalam setiap tulisannya, ia berupaya menghadirkan solusi atas persoalan umat melalui kajian yang berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, serta khazanah keilmuan para ulama klasik, tanpa mengabaikan realitas kehidupan masyarakat modern.

Produktivitasnya dalam dunia kepenulisan tidak terlepas dari perjalanan akademiknya yang panjang. Beliau menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral di Universitas Al-Azhar dan kemudian mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab untuk Mahasiswi Universitas Al-Azhar. Kepakaran beliau dalam bidang fikih dan usul fikih menjadikannya sering dipercaya menjadi narasumber dalam seminar internasional, forum ilmiah, serta konferensi yang membahas isu-isu perempuan dan keluarga Muslim.

Tidak hanya aktif di dunia akademik, Dr. Nahla juga mengemban berbagai amanah strategis di lingkungan Al-Azhar. Salah satunya adalah sebagai Penasihat Grand Syekh Al-Azhar, sebuah posisi yang mempertemukannya dengan para pelajar dan akademisi dari berbagai penjuru dunia. Melalui peran tersebut, beliau terus mendorong lahirnya generasi Muslim yang berilmu, moderat, dan mampu menjadi jembatan dialog antarbangsa.

Di Indonesia, pemikiran Dr. Nahla mulai dikenal luas melalui berbagai seminar, kuliah umum, dan kunjungan ilmiah yang dihadirinya. Berbagai orasi ilmiah beliau mengenai pembaruan fikih perempuan, penguatan peran keluarga, pendidikan, serta nilai-nilai moderasi Islam mendapat sambutan hangat dari kalangan akademisi, pesantren, hingga masyarakat umum.

Bagi Dr. Nahla, menulis bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan bagian dari dakwah dan pengabdian kepada umat. Melalui buku-buku yang ditulisnya, beliau berupaya menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat posisi ilmu pengetahuan sebagai fondasi peradaban, serta menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Kiprah keilmuan dan produktivitas Prof. Dr. Nahla Shabry Al Saidi menjadi bukti bahwa tradisi intelektual Al-Azhar terus melahirkan ulama yang tidak hanya berdakwah melalui lisan, tetapi juga melalui karya-karya tulis yang memberikan manfaat lintas generasi. Semangat beliau dalam menulis, mengajar, dan mengabdi diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Muslim untuk terus mencintai ilmu, memperbanyak karya, dan berkontribusi bagi kemajuan umat dan peradaban.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *