Ciamis (Afwaja) – Mesir telah menjadi salah satu tujuan utama pelajar Indonesia yang ingin memperdalam ilmu agama Islam, terutama di Universitas Al-Azhar. Namun, masih banyak informasi yang beredar di masyarakat yang tidak sepenuhnya benar. Akibatnya, tidak sedikit calon mahasiswa yang ragu untuk mendaftar karena mempercayai berbagai mitos tersebut. Lalu, apa saja mitos yang sering beredar? Berikut penjelasannya.
1. Harus Hafal 30 Juz Sebelum Masuk Al-Azhar
Salah satu mitos yang paling sering terdengar adalah calon mahasiswa wajib hafal Al-Qur’an 30 juz. Pada kenyataannya, syarat utama masuk Al-Azhar bagi mahasiswa asing adalah memiliki ijazah yang diakui, memenuhi persyaratan administrasi, dan memenuhi ketentuan akademik yang berlaku. Tidak ada persyaratan umum yang mewajibkan hafalan 30 juz bagi seluruh mahasiswa asing.
Tentu saja kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan nilai tambah, namun bukan syarat mutlak bagi seluruh jalur penerimaan.
2. Semua Mahasiswa Sudah Lancar Bahasa Arab Sebelum Datang
Tidak sedikit mahasiswa Indonesia berangkat ke Mesir dengan kemampuan bahasa Arab yang masih dasar. Al-Azhar bahkan memiliki program pembelajaran bahasa Arab bagi mahasiswa asing yang belum menguasai bahasa Arab. Calon mahasiswa dapat mengikuti pendidikan bahasa Arab terlebih dahulu sebelum memasuki jenjang studi sesuai hasil tes penempatan (placement test). Karena itu, tidak perlu menunggu menjadi sangat mahir untuk mulai mempersiapkan studi ke Mesir.
3. Kuliah di Al-Azhar Sangat Mudah
Faktanya Justru membutuhkan kesungguhan belajar. Tradisi akademik Al-Azhar terkenal kuat. Mahasiswa dituntut mampu membaca kitab berbahasa Arab, mengikuti kuliah secara aktif, serta belajar mandiri di luar jam kuliah.
Banyak mahasiswa Indonesia menghabiskan waktu menghadiri talaqqi bersama para masyayikh, mengulang pelajaran, dan berdiskusi agar mampu mengikuti perkuliahan dengan baik.
4. Lulusan Al-Azhar Hanya Bisa Menjadi Ustazd
Faktanya, lulusan Al-Azhar bisa jadi apa aja. Lulusan Al-Azhar bekerja di berbagai bidang, seperti dosen, guru, peneliti, penerjemah bahasa Arab, diplomat, penulis, pegawai kementerian, hingga pimpinan lembaga pendidikan dan organisasi Islam.
5. Hidup di Mesir Sangat Mahal
Faktanya biaya hidup di Mesir Relatif terjangkau dibanding banyak negara lain. Biaya hidup mahasiswa bergantung pada gaya hidup masing-masing. Banyak mahasiswa Indonesia mampu hidup hemat dengan tinggal di apartemen bersama teman dan memasak sendiri.
6. Semua Orang Mesir Menggunakan Bahasa Arab Fusha
Faktanya Masyarakat sehari-hari menggunakan bahasa Arab Amiyah Mesir. Di ruang kuliah, kitab, dan kegiatan ilmiah digunakan bahasa Arab Fusha. Namun ketika berbelanja, naik transportasi, atau berbincang dengan masyarakat, mahasiswa akan lebih sering mendengar bahasa Arab Amiyah.
7. Kuliah di Mesir Hanya Belajar Agama
Faktanya Tidak hanya ilmu syariah. Selain fakultas-fakultas keislaman, Al-Azhar juga memiliki fakultas kedokteran, farmasi, teknik, sains, pertanian, ekonomi, bahasa, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.
Banyak informasi mengenai kuliah di Mesir yang beredar ternyata hanyalah mitos. Dengan mengetahui fakta yang sebenarnya, calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara lebih baik dan realistis. Bagi siapa pun yang bercita-cita melanjutkan studi ke Mesir, kunci utamanya bukanlah harus sempurna sejak awal, melainkan memiliki niat yang kuat, kemauan belajar, dan persiapan yang matang.


