Ciamis (Afwaja) – Ujian Tahdid Mustawa merupakan gerbang awal yang harus dilalui oleh para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ujian ini bukan sekadar tes bahasa Arab biasa, melainkan ujian penentuan tingkat kemampuan (placement test) yang bertujuan untuk memetakan kemampuan bahasa Arab calon mahasiswa sebelum memasuki jenjang perkuliahan di Al-Azhar.
Melalui hasil ujian ini, peserta akan ditempatkan pada kelas Daurah Lughah (program penguatan bahasa Arab) sesuai dengan kemampuan masing-masing. Materi yang diujikan meliputi kemampuan nahwu, sharaf, qira’ah (membaca), insya’ (menulis), istima’ (menyimak), serta ujian syafahi atau wawancara lisan. Dengan demikian, setiap mahasiswa memiliki bekal bahasa Arab yang memadai sebelum mengikuti perkuliahan di Al-Azhar yang seluruh proses pembelajarannya menggunakan bahasa Arab.
Peserta yang memperoleh hasil yang baik dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam proses studi ke Al-Azhar. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi salah satu kunci keberhasilan menghadapi ujian ini.
Sebagai lembaga pendamping studi ke Mesir, Afwaja Center telah beberapa kali dipercaya menyelenggarakan Ujian Tahdid Mustawa bekerja sama dengan Markaz Tathwir di Mesir. Pelaksanaan ujian telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Ciamis, Depok, Kediri, Lombok Timur, Jakarta, hingga Garut, sehingga memudahkan para calon mahasiswa mengikuti ujian tanpa harus datang ke satu lokasi saja. Seluruh proses ujian dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan oleh pihak Al-Azhar dan terhubung langsung dengan sistem ujian di Mesir. Afwaja Center juga terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan dalam setiap penyelenggaraan ujian agar pelayanan kepada peserta semakin optimal.
Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti Ujian Tahdid Mustawa?
1. Laptop
Perangkat yang paling utama untuk dipersiapkan adalah laptop. Sebagian besar pelaksanaan Ujian Tahdid Mustawa dilakukan secara online dengan sistem yang terhubung langsung ke Mesir. Oleh karena itu, setiap peserta diwajibkan membawa laptop yang berfungsi dengan baik.
Sebelum hari pelaksanaan, pastikan laptop telah diperiksa, baterai dalam kondisi baik, serta charger tidak tertinggal. Disarankan menggunakan laptop berbasis Windows karena pada beberapa kesempatan perangkat berbasis macOS (Apple) memerlukan penyesuaian tertentu yang dapat menghambat proses ujian.
2. Alat Tulis
Walaupun ujian dilakukan secara online, peserta tetap perlu membawa alat tulis seperti pulpen, pensil, penghapus, dan buku catatan.
Beberapa bagian ujian membutuhkan peserta untuk mencatat atau mengerjakan soal secara manual sebelum memasukkan jawaban ke sistem. Dengan membawa perlengkapan tulis yang lengkap, peserta dapat mengerjakan ujian dengan lebih nyaman dan teratur.
3. Headset atau Earphone
Salah satu materi yang diujikan dalam Tahdid Mustawa adalah istima’ atau kemampuan menyimak bahasa Arab. Pada sesi ini peserta akan mendengarkan audio berbahasa Arab kemudian menjawab pertanyaan yang diberikan.
Karena itu, setiap peserta wajib membawa headset atau earphone yang berfungsi dengan baik. Tidak ada ketentuan mengenai merek atau jenis tertentu, yang terpenting suara terdengar jelas dan mikrofon berfungsi apabila dibutuhkan saat ujian lisan.
4. Persiapan Materi Ujian
Persiapan yang tidak kalah penting adalah kesiapan akademik. Ujian Tahdid Mustawa dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Arab calon mahasiswa sehingga peserta sebaiknya mulai mengulang kembali materi-materi dasar bahasa Arab.
Beberapa materi yang perlu dipelajari antara lain:
- Nahwu (tata bahasa Arab)
- Sharaf (perubahan bentuk kata)
- Qira’ah (membaca teks Arab)
- Insya’ (menulis)
- Istima’ (menyimak)
- Muhadatsah atau kemampuan berbicara dalam bahasa Arab
Semakin baik kemampuan bahasa Arab peserta, semakin besar peluang memperoleh level yang lebih tinggi sehingga proses persiapan menuju perkuliahan di Al-Azhar dapat ditempuh dengan lebih cepat.
5. Koneksi Internet dan Perlengkapan Pendukung
Karena pelaksanaan ujian dilakukan secara daring, peserta juga perlu memastikan koneksi internet stabil selama ujian berlangsung. Jika menggunakan jaringan Wi-Fi, pastikan jaringan tersebut tidak bermasalah. Apabila menggunakan hotspot, siapkan kuota internet yang mencukupi sebagai cadangan.
6. Persiapan Mental dan Fisik
Kesuksesan mengikuti ujian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kondisi fisik dan mental peserta.
Usahakan beristirahat yang cukup pada malam sebelum ujian, datang lebih awal ke lokasi pelaksanaan, sarapan secukupnya, serta tetap tenang ketika mengerjakan setiap sesi ujian. Rasa gugup merupakan hal yang wajar, namun kepercayaan diri dan ketenangan akan membantu peserta menjawab soal dengan lebih maksimal.
Tidak kalah penting, luruskan niat bahwa ujian ini merupakan bagian dari ikhtiar menuntut ilmu di salah satu pusat keilmuan Islam tertua di dunia. Persiapan yang sungguh-sungguh, disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT, menjadi bekal terbaik untuk menghadapi setiap tahapan seleksi.
Ujian Tahdid Mustawa bukan sekadar proses administrasi, tetapi menjadi langkah awal perjalanan akademik menuju Universitas Al-Azhar Kairo. Melalui ujian ini, kemampuan bahasa Arab peserta dipetakan agar proses belajar di Mesir dapat berlangsung lebih efektif.
Afwaja Center terus berkomitmen mendampingi para calon mahasiswa sejak tahap persiapan di Indonesia, pelaksanaan ujian, pengurusan administrasi, hingga keberangkatan dan proses belajar di Mesir. Dengan persiapan yang matang, diharapkan setiap peserta mampu memperoleh hasil terbaik dan semakin dekat mewujudkan cita-cita menuntut ilmu di Al-Azhar Kairo.


