Ciamis (Afwaja) – Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) merupakan salah satu tokoh nasional yang dikenal sebagai ulama, akademisi, dan politisi. Lahir di Pancor, Lombok Timur, pada 31 Mei 1972, TGB tumbuh di lingkungan keluarga religius dan dekat dengan dunia pesantren.
Kuliah di Al Azhar Mesir hingga Aktivis Dakwah
Semangatnya dalam menuntut ilmu membawanya melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Di kampus yang dikenal sebagai pusat keilmuan Islam dunia tersebut, TGB mengambil jurusan Tafsir dan Ilmu Al-Qur’an di Fakultas Ushuluddin. Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar magister dan doktor di universitas yang sama.
Pendidikan di Al-Azhar memberikan pengaruh besar terhadap pemikiran dan karakter dakwahnya. TGB dikenal membawa corak Islam moderat, santun, dan terbuka sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan di Al-Azhar.
Sepulang dari Mesir, TGB aktif berdakwah di berbagai daerah, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Ceramahnya yang ilmiah namun mudah dipahami membuatnya cepat dikenal masyarakat. Julukan “Tuan Guru Bajang” muncul karena ia telah menjadi tuan guru di usia yang relatif muda.
Selain berdakwah, TGB juga aktif dalam dunia pendidikan. Ia pernah menjadi rektor di Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor dan terlibat dalam pengembangan berbagai lembaga pendidikan Islam. Baginya, pendidikan menjadi salah satu jalan utama dalam membangun kualitas generasi muda muslim Indonesia.
Menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat
Karier politik TGB dimulai ketika ia menjadi anggota DPR RI. Namun, namanya semakin dikenal secara nasional setelah terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat pada tahun 2008.
Selama dua periode kepemimpinannya, yakni 2008–2018, TGB dinilai berhasil membawa berbagai kemajuan bagi NTB. Ia aktif mendorong pembangunan di bidang pendidikan, ekonomi masyarakat, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Kepemimpinannya yang tenang dan dekat dengan masyarakat membuatnya menjadi salah satu kepala daerah yang cukup diperhitungkan di tingkat nasional.
Dipercaya Menjadi Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia
Di tengah kesibukannya di dunia pemerintahan dan politik, TGB tetap aktif dalam kegiatan dakwah dan pembinaan umat. Kedekatannya dengan dunia akademik serta para alumni Mesir membuatnya dipercaya menjadi Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.
Melalui organisasi tersebut, TGB aktif mendorong peran alumni Al-Azhar dalam menjaga moderasi Islam, memperkuat pendidikan, serta membangun persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa TGB tidak hanya dikenal sebagai mantan gubernur, tetapi juga sebagai representasi alumni Al-Azhar yang berkontribusi besar bagi umat dan bangsa.
Perjalanan hidup Tuan Guru Bajang menjadi gambaran bagaimana pendidikan dapat melahirkan tokoh yang berpengaruh di berbagai bidang. Dari dunia dakwah, pendidikan, hingga pemerintahan, TGB menunjukkan bahwa lulusan Al-Azhar mampu hadir sebagai pemimpin yang mengedepankan ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kiprahnya hingga kini terus menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia, khususnya para pelajar yang bercita-cita melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir.


