Ciamis (Afwaja) — Afwaja Center kembali menyelenggarakan Ujian Tahdid Mustawa pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif, Ciamis. Ujian ini diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam ujian ini, semua peserta akan dapat nilai level bahasanya. Bagi yang mencapai minimal level 4 (Mutawasith Tsani) bisa melanjutkan ke program Dauroh Ta’hiliyah. Adapaun yang belum mencapai level 4 itu harus mengikuti Dauroh lughoh hingga level 4 (Mutawasith Tsani).
Sebelum mengikuti ujian, seluruh peserta menjalani masa karantina di Pondok Pesantren Shibghatul Azhar Asy-Syarif. Program karantina ini bertujuan untuk mematangkan persiapan peserta, baik dalam penguasaan bahasa Arab, kesiapan teknis ujian, maupun wawasan tentang Al-Azhar. Selama karantina, peserta dibimbing oleh para pengajar lulusan Timur Tengah yang berpengalaman dan memiliki kompetensi keilmuan yang matang.
Kepala pengajaran karantina Afwaja Center, Ustadzah Asyiah yang akrab disapa Ustadzah Nasa, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian kali ini menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Menurut saya, ujian Tahdid Mustawa kali ini lebih baik. Para peserta secara wawasan dan kesiapan meningkat. Hal ini tidak lepas dari perbaikan kurikulum yang telah dilakukan sebelumnya. Bahkan, ada peserta yang memulai belajar bahasa Arab dari nol saat karantina, namun dalam waktu singkat mampu memahami materi dengan lebih baik,” ungkapnya.
Saat ini, para peserta tinggal menunggu hasil ujian yang akan diumumkan oleh Markaz Tathwir Al-Azhar Mesir. Diharapkan seluruh peserta dapat lulus dan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses menuju studi di Universitas Al-Azhar.
Sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan terkemuka di dunia, Universitas Al-Azhar Mesir masih menjadi magnet bagi pelajar Indonesia. Lembaga ini telah melahirkan banyak tokoh dan cendekiawan Muslim yang berpengaruh. Kini, jejak mereka tengah diikuti oleh para calon mahasiswa yang bersiap menempuh pendidikan di Al-Azhar.


