Ciamis – Universitas Al-Azhar merupakan salah satu pusat studi keislaman tertua dan paling berpengaruh di dunia. Berdiri lebih dari seribu tahun lalu, Al-Azhar telah melahirkan banyak ulama, cendekiawan, dan tokoh besar dari berbagai negara.
Di Indonesia, Al-Azhar memiliki tempat istimewa, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Banyak warga NU yang menimba ilmu di sana dan kemudian berkiprah sebagai ulama, pendidik, pejabat, hingga tokoh nasional.
Berikut beberapa tokoh NU alumni Al-Azhar yang memiliki pengaruh besar di Indonesia:
1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, merupakan salah satu tokoh NU paling berpengaruh. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dan Presiden Republik Indonesia ke-4.
Gus Dur pernah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pengalaman intelektualnya di sana turut membentuk pemikiran keislaman yang inklusif, moderat, dan pluralis.
Ia adalah cucu dari pendiri NU, Hasyim Asy’ari, serta putra dari pahlawan nasional Wahid Hasyim. Dalam dunia politik, pencapaian tertingginya adalah menjadi orang nomor satu di Indonesia sebagai presiden.
2. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)
Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus merupakan ulama kharismatik NU yang juga dikenal sebagai penyair dan budayawan. Ia adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Rembang.
Sebagai alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Gus Mus dikenal memiliki kedalaman ilmu agama yang kuat dengan pendekatan yang sejuk dan humanis. Pendidikan di Al-Azhar turut membentuk karakter keilmuannya yang moderat dan terbuka.
Ia juga pernah menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU, serta aktif dalam berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan.
3. KH.Syukron Makmun
KH. Syukron Makmun adalah salah satu ulama NU yang juga merupakan lulusan Universitas Al-Azhar. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta.
Setelah menempuh pendidikan pesantren di Indonesia, ia melanjutkan studi ke Al-Azhar di Kairo. Sepulangnya ke tanah air, ia aktif dalam dakwah dan pendidikan, serta dipercaya mengemban amanah sebagai pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta periode 2023–2028.
Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak lagi warga NU alumni Al-Azhar yang berkontribusi besar di berbagai bidang. Di antaranya adalah Imam Jazuli dan Aguk Irawan.
Al-Azhar tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter ulama yang moderat, toleran, dan berwawasan luas. Para alumni Al-Azhar dari kalangan NU telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam dan bangsa Indonesia.
Dari pesantren hingga panggung nasional, peran mereka terus terasa hingga hari ini—bahkan di antaranya ada yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia.

