Banyak Jalan Menuju Al-Azhar : Peluang Belajar di Mesir Terbuka bagi Siapa Pun

Grand Syekh Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Al-Thayyeb, Foto: Corbis via Getty Images/Horacio Villalobos
Grand Syekh Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Al-Thayyeb, Foto: Corbis via Getty Images/Horacio Villalobos

Cairo – Al-Azhar University di Mesir masih menjadi tujuan favorit para pelajar Indonesia yang ingin mendalami ilmu agama Islam di kawasan Timur Tengah. Dengan sejarah panjang yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun, Al-Azhar menjadi magnet kuat bagi para pencari ilmu dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Saat ini tercatat puluhan ribu pelajar Indonesia sedang menempuh pendidikan di Mesir. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi, seperti sarjana, magister, hingga doktoral.

Sebenarnya, terdapat banyak negara di kawasan Timur Tengah yang juga memiliki perguruan tinggi Islam berkualitas. Beberapa di antaranya adalah King Abdulaziz University di Saudi Arabia, University of Ez-Zitouna di Tunisia, serta International Islamic University Islamabad di Pakistan. Namun demikian, Al-Azhar tetap memiliki posisi yang istimewa dan sangat populer di kalangan pelajar Indonesia.

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berhaluan Sunni, Al-Azhar dikenal menanamkan nilai Islam wasathiyah atau Islam moderat kepada para mahasiswanya. Institusi ini menjaga tradisi keilmuan klasik Islam sekaligus terbuka terhadap perkembangan zaman dan dinamika modernitas. Hal inilah yang membuat banyak pelajar dari berbagai penjuru dunia tertarik untuk menimba ilmu di Al-Azhar.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai jalur yang dapat ditempuh untuk masuk ke Al-Azhar. Di Indonesia, salah satu jalur yang paling dikenal adalah melalui program seleksi yang dibuka oleh Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (Kementerian Agama). Selain itu, beberapa organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga kerap membuka program seleksi bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Mesir.

Di samping jalur tersebut, terdapat pula jalur mediator atau lembaga pendamping yang membantu proses studi ke Mesir. Jalur ini juga sah dan dapat ditempuh oleh calon mahasiswa. Salah satu lembaga yang telah berpengalaman dalam mendampingi pelajar Indonesia adalah Afwaja Center, yang membantu proses persiapan studi ke Al-Azhar.

Melalui jalur ini, calon mahasiswa biasanya mendapatkan berbagai pendampingan, mulai dari pembekalan bahasa Arab, pengurusan berkas administrasi, proses keberangkatan, hingga pendampingan saat telah berada di Mesir.

Pada prinsipnya, terdapat banyak jalan menuju Al-Azhar. Kesempatan belajar di Al-Azhar terbuka bagi siapa pun yang memiliki keinginan kuat untuk menuntut ilmu. Bahkan, Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed el-Tayeb, pernah menegaskan bahwa Al-Azhar membuka pintu seluas-luasnya bagi para pelajar dari seluruh dunia yang ingin belajar di lembaga tersebut.

Semangat keterbukaan ini menjadi bukti bahwa Al-Azhar tetap berkomitmen menjadi pusat keilmuan Islam yang dapat diakses oleh siapa saja yang ingin memperdalam ilmu agama.

Artikel Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *