Ciamis – Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Banyak ulama, cendekiawan, dan tokoh besar lahir dari universitas ini, termasuk sejumlah tokoh nasional dari Indonesia. Para alumni tersebut berperan penting dalam mengembangkan ilmu keislaman, pendidikan, serta dakwah yang moderat di Indonesia.
Di antara banyaknya alumni dari Indonesia, terdapat beberapa tokoh yang sangat dikenal masyarakat luas karena kontribusi mereka dalam bidang dakwah, akademik, dan pemikiran Islam. Berikut tiga tokoh nasional alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang berpengaruh di Indonesia.
1. Abdul Somad Batubara (Ustaz Abdul Somad)
Abdul Somad atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustaz Abdul Somad merupakan seorang dai dan ulama Indonesia yang lahir pada 18 Mei 1977. Ia dikenal luas melalui ceramah-ceramahnya yang membahas berbagai persoalan agama Islam, khususnya dalam bidang ilmu hadis dan fikih.
Popularitasnya meningkat pesat seiring perkembangan internet dan media sosial di Indonesia. Gaya penyampaian ceramahnya yang humoris, ringan, namun tetap berbasis dalil membuat dakwahnya mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dalam perjalanan akademiknya, Abdul Somad memperoleh kesempatan belajar di Universitas Al-Azhar setelah berhasil lolos seleksi beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Mesir pada tahun 1998. Ia termasuk salah satu dari 100 mahasiswa Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut dari sekitar 900 peserta seleksi.
Ia kemudian menempuh pendidikan di Kairo dan berhasil meraih gelar sarjana (Lc) hanya dalam waktu sekitar tiga tahun sepuluh bulan pada pertengahan tahun 2002.
Selain berdakwah, Abdul Somad juga aktif di dunia pendidikan. Ia pernah menjadi dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada tahun 2009–2019. Ia juga mendirikan berbagai lembaga pendidikan, di antaranya Yayasan Pendidikan Hajjah Rohana Riau dan Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru.
2. Amany Burhanuddin Umar Lubis
Prof. Amany Lubis merupakan salah satu akademisi perempuan Indonesia yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan Islam. Ia lahir di Mesir pada 22 Desember 1963, namun masa kecilnya dihabiskan di Jakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Jakarta, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Ma’had Al-Azhar di Mesir. Kemudian ia melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar dengan mengambil program studi Sastra Inggris dan lulus pada tahun 1988.
Setelah meraih gelar sarjana, Amany Lubis kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan magister serta doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Karier akademiknya dimulai sebagai dosen pegawai negeri sipil pada tahun 1994. Ia kemudian menduduki berbagai posisi penting di dunia pendidikan, termasuk sebagai Pembantu Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah di UIN Jakarta pada periode 2003–2009.
Selain mengajar di UIN Jakarta, Amany Lubis juga aktif sebagai pengajar di Sekolah Kajian Stratejik dan Global pada Universitas Indonesia serta Program Pascasarjana di Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas, disiplin, dan berdedikasi tinggi dalam dunia akademik.
3. M. Quraish Shihab
Prof. Quraish Shihab merupakan salah satu cendekiawan Muslim paling berpengaruh di Indonesia. Ia lahir pada 16 Februari 1944 di Rappang, Sulawesi Selatan.
Pendidikan awalnya ditempuh di Indonesia sebelum melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar di Kairo. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1967 dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Al-Qur’an pada tahun 1982.
Setelah kembali ke Indonesia, Quraish Shihab aktif di dunia akademik sebagai dosen di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian berkembang menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai rektor universitas tersebut pada tahun 1992–1998.
Pada tahun 1998, ia sempat menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia pada masa pemerintahan Suharto. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Mesir dan Djibouti pada tahun 1999–2002.
Selain sebagai akademisi dan diplomat, Quraish Shihab dikenal sebagai penulis yang sangat produktif. Ia telah menulis lebih dari 30 buku tentang Islam dan Al-Qur’an, termasuk karya terkenal seperti Membumikan Al-Qur’an. Pemikirannya dikenal moderat dan banyak memberikan kontribusi dalam memahami Islam secara kontekstual di Indonesia.
Ketiga tokoh di atas merupakan contoh alumni Universitas Al-Azhar yang berhasil memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu keislaman di Indonesia. Melalui dakwah, pendidikan, dan karya tulis, mereka membantu menyebarkan pemahaman Islam yang mendalam, moderat, dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Keberhasilan mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menempuh pendidikan di Al-Azhar dan berkontribusi bagi umat serta bangsa.


