Ciamis – Afwaja Center sebagai lembaga konsultan pendidikan ke Mesir terus bertransformasi demi meningkatkan kenyamanan dan kualitas pembinaan bagi para pelajar serta mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Mesir.
Pada tahun ini, ratusan mahasiswa berangkat ke Mesir melalui Afwaja Center. Seluruh mahasiswa yang mendaftar melalui lembaga tersebut diwajibkan tinggal di Rumah Mahasiswa Afwaja (RMA) selama satu tahun. Kebijakan ini bertujuan memberikan orientasi, pembinaan lanjutan bahasa Arab, serta penguatan materi perkuliahan sebelum mereka memasuki perkuliahan di Universitas Al-Azhar Mesir.
Apa itu Rumah Mahasiswa Afwaja?
Rumah Mahasiswa Afwaja atau RMA merupakan asrama yang disediakan khusus untuk mahasiswa dan mahasiswi Universitas Al-Azhar yang berangkat melalui Afwaja Center. Kewajiban tinggal selama satu tahun dimaksudkan untuk:
• Membimbing mahasiswa baru dalam proses adaptasi akademik dan sosial di Mesir.
• Memperdalam pemahaman materi dasar perkuliahan di Al-Azhar.
• Mematangkan kembali kemampuan bahasa Arab sebagai bekal utama studi.
Para mahasiswa dibimbing oleh para alumni Al-Azhar atau mahasiswa tingkat magister dan doktor yang sudah bertahun-tahun tinggal dan menempuh pendidikan di Mesir. Dengan pengalaman tersebut, mereka mampu memberikan arahan yang tepat dan relevan bagi mahasiswa baru.
Program Pembinaan Rutin
RMA juga menyediakan kajian rutin dengan materi-materi dasar keilmuan, di antaranya:
• Ust. Raul mengajar Jurumiyah
• Ust. Nizar mengajar Sharaf
• Ust. Andrian mengajar Tarikh Tasyri’
Program ini dirancang agar mahasiswa memiliki fondasi keilmuan yang kuat sebelum memasuki kelas formal di Universitas Al-Azhar.
Pengalaman Para Mahasiswa
Serly, salah satu mahasiswi RMA, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembinaan tersebut.
“Tinggal di RMA membuat saya lebih mudah beradaptasi di Mesir. Lingkungannya mendukung dan pembimbingnya sangat membantu,” ujarnya.
Rasya, mahasiswa lainnya, merasakan manfaat serupa.
“Para pembimbing di RMA benar-benar berpengalaman. Bimbingan mereka membuat saya lebih siap menghadapi perkuliahan di Al-Azhar,” tuturnya.


