Kairo – Di antara hiruk-pikuk Kota Kairo yang dikenal sebagai pusat ilmu Islam dunia, terdapat kisah inspiratif dari seorang pemudi asal Ciamis, Vilia Sahla, yang kini menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir. Vilia merupakan mahasiswi binaan Afwaja Center, sebuah lembaga yang dikenal membina calon pelajar Al-Azhar melalui pembelajaran bahasa Arab, kajian keislaman, serta program persiapan akademik.
Perjalanan Menuju Negeri Para Ulama
Sebelum tiba di Mesir, perjalanan akademik Vilia melalui tahapan yang tidak mudah. Ia mengikuti Karantina Tahdid Mustawa di Afwaja Center, sebuah ujian pemetaan kemampuan bahasa Arab dan dasar-dasar keilmuan Islam. Setelah dinyatakan lolos, ia melanjutkan ke Dauroh Ta’hiliyah, program intensif yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan mahasantri sebelum keberangkatan ke Al-Azhar.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Vilia berhasil lulus Ujian Hadatsah Mua’adalah, sebuah syarat penting yang membuka pintu baginya untuk melanjutkan studi secara resmi di lembaga Al-Azhar.
Sekitar sebulan yang lalu, Vilia berangkat meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, memulai babak baru dalam mencari ilmu di negeri para ulama.
Kehidupan Baru di Kairo Mesir
Setibanya di Kairo, Vilia menjalani kehidupannya sebagai pelajar di RMA (Rumah Mahasiswa Afwaja), sebuah asrama khusus mahasiswa Indonesia dari Afwaja Center yang menempuh studi di Al-Azhar. RMA bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga lingkungan belajar yang saling mendukung, tempat para mahasiswa berbagi semangat dan pengalaman dalam menuntut ilmu.
Rutinitas harian Vilia cukup padat dan penuh makna. Ia mengikuti:
- Dars pelajaran bahasa Arab dan keilmuan lainnya
- Setoran hafalan Al-Qur’an kepada musyrifah
- Muroja’ah dan kajian tambahan
- Diskusi dan belajar bersama sesama mahasiswi
Selain kegiatan akademik, Vilia juga menyempatkan diri menyusuri berbagai sudut Kairo. Sesekali ia berziarah ke makam para ulama, mengunjungi tempat bersejarah Islam, atau sekadar berjalan-jalan menikmati suasana kota tua yang penuh nilai sejarah.
Semangat Mendalami Tafsir Al-Qur’an
Sebagai mahasiswi Al-Azhar, Vilia dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap ilmu tafsir Al-Qur’an. Baginya, belajar tafsir bukan hanya mengenal makna ayat, tetapi juga memahami pesan dan hikmah yang terkandung di dalamnya untuk diamalkan dalam kehidupan.
Kecintaannya terhadap ilmu agama semakin tumbuh seiring ia tinggal di lingkungan ilmiah yang kaya akan tradisi keulamaan. Di sela rutinitas, ia sering mengulang pelajaran, membaca kitab, dan memperkuat kemampuan bahasa Arab sebagai kunci memahami ilmu-ilmu syar’i.
Harapan dan Cita-Cita
Vilia bercita-cita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan Islam. Ia ingin kelak kembali ke tanah air membawa ilmu, pengalaman, serta keteladanan dari para ulama yang ia pelajari di Al-Azhar.
Dengan semangat dan ketekunannya, Vilia berharap dapat berkontribusi dalam pengajaran Al-Qur’an, terutama bidang tafsir, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Ciamis maupun Indonesia.
Kisah Vilia Sahla adalah contoh nyata bahwa dengan tekad, usaha, dan doa, siapa pun dapat menempuh jalan menuntut ilmu hingga ke negeri para ulama. Perjalanannya baru dimulai, tetapi semangatnya telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.


