Kairo – Afwaja Center menyelenggarakan Musyawarah Besar. Musyawarah Besar (Mubes) Afwaja Center Mesir diselenggarakan selama tiga hari dengan rangkaian agenda yang bertujuan memperkuat arah organisasi serta melakukan evaluasi terhadap kinerja kepengurusan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus Afwaja Center Mesir, pengurus boarding dan RMA, serta dihadiri oleh para pimpinan dan undangan.
Hari Pertama: Penyampaian LPJ dan Sidang Komisi
Rangkaian Mubes dimulai pada Kamis (19/2) dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama. Agenda ini menjadi momen penting untuk menilai kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menjadi bahan refleksi bagi kepengurusan yang akan melanjutkan estafet organisasi.
Setelah penyampaian LPJ, kegiatan dilanjutkan dengan sidang komisi yang dihadiri oleh seluruh pengurus Afwaja Center Mesir, pengurus boarding, dan RMA. Sidang tersebut juga dihadiri oleh pimpinan Afwaja Center Mesir, Ustadz Yumna Ilahy, serta sejumlah undangan, di antaranya Ustadz Iqbal Zulfikar Setyadi yang merupakan pimpinan pertama Asrama Afwaja Center.
Dalam muqaddimahnya, Ustadz Yumna Ilahy menyampaikan kembali sejarah awal berdirinya Afwaja Center Mesir serta menekankan pentingnya LPJ sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi dalam kepengurusan organisasi.
“LPJ bukan hanya sekadar laporan kegiatan, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban moral dan organisatoris kepada seluruh anggota. Dari sinilah kita bisa melihat perjalanan organisasi sekaligus mengambil pelajaran untuk perbaikan ke depan,” ujar Ustadz Yumna Ilahy.
Sidang komisi pada hari pertama dipimpin oleh Ustadz Iqbal Zulfikar Setyadi. Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai poin penting terkait program kerja dan evaluasi organisasi.
Hari Kedua: Sidang Pleno Antar Divisi
Memasuki hari kedua, Jumat (20/2), agenda dilanjutkan dengan sidang pleno yang dipimpin oleh Ustadz Zaenal Mustofa. Dalam sidang pleno ini, setiap divisi menyampaikan hasil pembahasan sekaligus memberikan persetujuan maupun tanggapan terhadap program dan keputusan dari divisi lainnya.
Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka antar divisi untuk memastikan setiap kebijakan dan program yang disusun benar-benar matang dan dapat dijalankan secara efektif. Dinamika diskusi yang muncul menunjukkan adanya semangat musyawarah dan kolaborasi di antara para pengurus.
“Sidang pleno menjadi ruang untuk saling mengoreksi dan menguatkan antar divisi. Dari sinilah kita bisa menyatukan pandangan agar program organisasi berjalan lebih terarah,” ujar Ustadz Zaenal Mustofa saat memimpin jalannya sidang.
Hari Ketiga: Sidang Paripurna dan Evaluasi Kepengurusan
Rangkaian Mubes kemudian ditutup dengan sidang paripurna yang dilaksanakan pada Jumat (27/2). Sidang ini dipimpin oleh Ustadzah Supriyatin, Lc., dan turut dihadiri oleh Ustadz Guntur.
Dalam sidang paripurna tersebut, berbagai hasil pembahasan dari sidang-sidang sebelumnya kembali ditinjau secara menyeluruh. Namun karena ini merupakan sidang pertama dalam periode kepengurusan yang baru, masih ditemukan sejumlah revisi serta evaluasi terhadap berbagai keputusan dan rancangan program.
Meski demikian, jalannya sidang berlangsung dengan penuh semangat musyawarah dan perbaikan bersama. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menyempurnakan arah kebijakan organisasi ke depan.
“Karena ini merupakan sidang paripurna pertama dalam kepengurusan yang baru, wajar jika masih banyak revisi dan evaluasi. Proses ini justru penting agar setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar matang dan dapat dijalankan dengan baik,” ungkap Ustadzah Supriyatin, Lc.
Melalui rangkaian Mubes selama tiga hari ini, Afwaja Center Mesir berupaya memperkuat sistem organisasi sekaligus membangun fondasi kepengurusan yang lebih solid. Evaluasi dan diskusi yang berlangsung diharapkan menjadi langkah awal untuk membawa organisasi menuju arah yang lebih baik di masa mendatang.


